samudrapikiran – Jika kamu ingin mendalami Bahasa Arab, pastinya harus memahami juga ilmu yang mendasarinya, seperti Nahwu dan Sharrof. Dan jika kamu ingin mengerti Sharrof, maka harus mengenal tasrif. Dan tasrif dibagi menjadi dua, yakni tasrif lughowi dan tasrif istilahi. Namun pada artikel ini, kita akan membahas khusus tasrif lughowi.

Tasrif Lughowi adalah perubahan atau perpindahan kata ke bentuk lain dengan memperhatikan jenis, jumlah, dan kata gantinya. Tasrif Lughowi merupakan salah satu materi penting dalam ilmu nahwu atau tata bahasa Arab. Dengan mempelajari Tasrif Lughowi, kita dapat mengenal lebih dalam struktur dan makna kata-kata dalam bahasa Arab.

Jenis-Jenis Tasrif Lughowi

Tasrif Lughowi terdiri dari dua jenis, yaitu mudzakkar dan muannas. Mudzakkar adalah jenis kata yang menunjukkan laki-laki, sedangkan muannas adalah jenis kata yang menunjukkan perempuan. Jenis kata ini dapat dilihat dari akhiran atau harakatnya. Misalnya, kata طالب (tālib) berjenis mudzakkar, karena berakhiran dhammah. Kata طالبة (tālibah) berjenis muannas, karena berakhiran fatḥah.

Kata gantinya terdiri dari ghoib, khitob, dan takallum. Ghoib adalah kata ganti yang menunjukkan orang ketiga, baik tunggal maupun jamak. Khitob adalah kata ganti yang menunjukkan orang kedua, baik tunggal maupun jamak.

Takallum adalah kata ganti yang menunjukkan orang pertama, baik tunggal maupun jamak. Kata ganti ini dapat dilihat dari awalan atau harakatnya. Misalnya, kata هو (huwa) adalah kata ganti ghoib mudzakkar tunggal, karena berawalan hā dan berakhiran dhammah. Kata هي (hiya) adalah kata ganti ghoib muannas tunggal, karena berawalan hā dan berakhiran kasrah.

Baca Juga :  Tanda-tanda I'rob Rofa' dan Penempatannya

Jumlahnya terdiri dari mufrod, tatsniyyah, dan jamak. Mufrod adalah jumlah kata yang menunjukkan satu, baik mudzakkar maupun muannas. Tatsniyyah adalah jumlah kata yang menunjukkan dua, baik mudzakkar maupun muannas. Jamak adalah jumlah kata yang menunjukkan tiga atau lebih, baik mudzakkar maupun muannas.

Jumlah kata ini dapat dilihat dari akhiran atau harakatnya. Misalnya, kata طالب (tālib) adalah kata mufrod mudzakkar, karena berakhiran dhammah. Kata طالبان (tālibān) adalah kata tatsniyyah mudzakkar, karena berakhiran alif dan nūn. Kata طلاب (ṭullāb) adalah kata jamak mudzakkar, karena berakhiran alif dan bā.

Contoh-Contoh Tasrif Lughowi

Jika dilihat dari susunannya, Tasrif Lughowi cenderung memanjang ke bawah atau vertikal. Ahli bahasa menggolongkannya menjadi tiga bentuk, yaitu fiil mudhari, fiil madhi, dan fiil amar. Ketiga bentuk tersebut memiliki rumus dan ciri-ciri tersendiri. Seperti apa contohnya? Berikut penjelasan tentang Tasrif Lughowi lengkap dengan contohnya:

1. Tasrif Fiil Mudhari

Fiil mudhari adalah kata kerja yang menunjukkan arti pada dirinya sendiri, beserta waktu atau zaman yang ‘sedang’ dan ‘akan’ terjadi. Misalnya, يجتهد (yajtahidu) berarti ‘ia berusaha’. Perubahan kata dalam fiil mudhari disesuaikan dengan kata ganti أنا، أن َت، أن ِت، هو، هي، نحن.

2. Tasrif Fiil Madhi

Fiil madhi adalah kata kerja yang menunjukkan peristiwa di masa lalu dan menyatakan makna mustaqbal, yaitu keterangan waktu sekarang dan masa depan. Misalnya, جاهد (jāhada) berarti ‘ia berjuang’. Tashrif fiil madhi memiliki bentuk yang berbeda sesuai dengan isim dhamir dan kata gantinya.

Baca Juga :  Isim Manqush dan Contohnya Serta Kaidahnya

3. Tasrif Fiil Amar

Fiil amar adalah kata kerja perintah atau permohonan. Fiil amar bersifat mabniyy yang berarti harakatnya tetap dan tidak berubah selamanya.

Cara Mempelajari Tasrif Lughowi

Ada beberapa cara yang dapat Kamu lakukan untuk mempelajari Tasrif Lughowi, antara lain:

  1. Mempelajari aturan-aturan dasar Tasrif Lughowi, seperti jenis kata (mudzakkar dan muannas), kata ganti (ghoib, khitob, dan takallum), jumlah kata (mufrod, tatsniyyah, dan jamak), dan bentuk kata (fiil mudhari, fiil madhi, dan fiil amar).
  2. Membaca buku-buku dan materi pembelajaran yang membahas Tasrif Lughowi secara lengkap dan mudah dipahami, seperti buku Belajar Komunikasi Bahasa Arab Dasar bagi Pemula dan Lansia oleh Amalia Kadir, M.Pd. atau artikel Tasrif Istilahi dan Lughowi: Menggali Makna dalam Dunia Kata.
  3. Berlatih dengan contoh-contoh kalimat yang menggunakan Tasrif Lughowi, baik secara lisan maupun tulisan. Kamu dapat mencari contoh-contoh tersebut di internet, seperti di situs kumparan.com, YouTube, IQBS, atau Tokopedia. Kamu juga dapat membuat contoh-contoh sendiri dengan menggunakan kosa kata yang Kamu ketahui.

Demikianlah artikel tentang Tasrif Lughowi: Pengertian, Jenis, dan Contoh, serta cara mempelajarinya. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan Kamu tentang ilmu nahwu dan bahasa Arab. Terima kasih telah membaca. Sampai jumpa pada artikel berikutnya.

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *