samudrapikiran – Selain ada tasrif lughowi, ada juga tasrif istilahi. Dan Tasrif Istilahi adalah salah satu cabang ilmu dalam bahasa Arab yang mempelajari perubahan bentuk kata dari satu pola ke pola lainnya untuk mendapatkan makna yang berbeda atau lebih spesifik.

Tasrif Istilahi berbeda dengan Tasrif Lughawi, yang merupakan perubahan kata yang terjadi karena faktor-faktor luar seperti waktu, tempat, atau pelaku. Selain itu, Tasrif Istilahi dilakukan secara sengaja oleh penutur atau penulis bahasa Arab untuk mengekspresikan konsep, objek, atau fenomena yang ada dalam dunia nyata atau ilmu pengetahuan.

Pengertian Tasrif Istilahi

Secara etimologi, kata tasrif berasal dari kata sh-r-f yang berarti mengubah, memperindah, atau memuliakan. Kata istilah berasal dari kata sh-l-h yang berarti cocok, sesuai, atau tepat. Jadi, tasrif ini dapat diartikan sebagai perubahan kata yang sesuai dengan makna yang diinginkan.

Secara terminologi, tasrif istilahi didefinisikan sebagai perubahan kata dari satu pola ke pola lainnya untuk mendapatkan makna yang berbeda atau lebih spesifik. Pola-pola kata dalam bahasa Arab disebut dengan istilah wazan atau shighah. Wazan atau shighah adalah susunan huruf dan harakat yang menunjukkan makna tertentu.

Contohnya, wazan fa’ala menunjukkan makna fi’il madhi (kata kerja lampau), wazan fa’il menunjukkan makna isim fa’il (kata benda pelaku), dan wazan maf’ul menunjukkan makna isim maf’ul (kata benda yang dikenai).

Baca Juga :  Pengertian Balaghah Secara Bahasa dan Istilah

Tasrif istilahi dapat dilakukan pada berbagai jenis kata dalam bahasa Arab, seperti fi’il (kata kerja), isim (kata benda), dan huruf (kata tugas). Tasrif pada fi’il dapat menghasilkan fi’il madhi, fi’il mudhari, fi’il amar, fi’il nahy, mashdar, isim fa’il, isim maf’ul, isim zaman, isim makan, dan isim alat.

Selain itu, tasrif pada isim dapat menghasilkan isim jamak, isim muannats, isim tafdhil, isim musyabbah, isim mubalaghah, dan isim isyarah. Tasrif pada huruf dapat menghasilkan huruf jar, huruf nashab, huruf jazm, huruf inna, huruf istifham, dan huruf istinbat.

Contoh Tasrif Istilahi

Berikut adalah beberapa contoh tasrif istilahi yang sering ditemukan dalam bahasa Arab:

– Dari kata نَصَرَ (nasara) yang berarti “telah menolong”, dapat dibentuk kata-kata berikut dengan makna yang berbeda:

    – يَنْصُرُ (yansuru) yang berarti “sedang menolong” (fi’il mudhari)

    – اُنْصُرْ (unsur) yang berarti “tolonglah” (fi’il amar)

    – نَصْرًا (nashran) yang berarti “pertolongan” (mashdar)

    – نَاصِرٌ (nashirun) yang berarti “penolong” (isim fa’il)

    – مَنْصُوْرٌ (manshurun) yang berarti “yang ditolong” (isim maf’ul)

    – مِنْصَرٌ (minsharun) yang berarti “alat penolong” (isim alat)

– Dari kata عَلِمَ (alima) yang berarti “telah mengetahui”, dapat dibentuk kata-kata berikut dengan makna yang berbeda:

    – يَعْلَمُ (ya’lamu) yang berarti “sedang mengetahui” (fi’il mudhari)

Baca Juga :  Hal Dalam Ilmu Nahwu Serta Pembagiannya

    – اِعْلَمْ (i’lam) yang berarti “ketahuilah” (fi’il amar)

    – عِلْمًا (ilman) yang berarti “pengetahuan” (mashdar)

    – عَالِمٌ (alimun) yang berarti “orang yang berpengetahuan” (isim fa’il)

    – مَعْلُوْمٌ (ma’lumun) yang berarti “yang diketahui” (isim maf’ul)

    – مِعْلَمٌ (mi’lamun) yang berarti “tanda” (isim alat)

– Dari kata كَتَبَ (kataba) yang berarti “telah menulis”, dapat dibentuk kata-kata berikut dengan makna yang berbeda:

    – يَكْتُبُ (yaktubu) yang berarti “sedang menulis” (fi’il mudhari)

    – اُكْتُبْ (uktub) yang berarti “tulislah” (fi’il amar)

    – كِتَابًا (kitaban) yang berarti “buku” (mashdar)

    – كَاتِبٌ (katibun) yang berarti “penulis” (isim fa’il)

    – مَكْتُوْبٌ (maktubun) yang berarti “yang ditulis” (isim maf’ul)

    – مِكْتَبٌ (miktabun) yang berarti “meja tulis” (isim alat)

Manfaat Tasrif Istilahi

Tasrif istilahi memiliki beberapa manfaat, antara lain:

  1. Memperkaya kosa kata dan makna dalam bahasa Arab
  2. Mempermudah penutur atau penulis bahasa Arab untuk mengekspresikan konsep, objek, atau fenomena yang ada dalam dunia nyata atau ilmu pengetahuan
  3. Membantu pembelajar bahasa Arab untuk memahami makna dan fungsi kata-kata dalam bahasa Arab
  4. Meningkatkan kemampuan berbahasa Arab secara lisan dan tulisan

Demikian artikel tentang tasrif istilahi. Semoga artikel ini dapat memberikan informasi yang bermanfaat bagi kamu. Dan membuat kamu lebih semangat belajar dan cepat memahami Bahasa Arab serta Ilmu Sharrof. Sampai jumpa lagi.

Baca Juga :  34 Kosa Kata Bahasa Arab Tentang Pemilu
Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *