Pengertian Isim Isyaroh, Contoh, dan Kaidahnya
Samudrapikiran.com – Dalam kajian bahasa Arab, isim isyaroh (اسم الإشارة) menjadi salah satu materi penting yang sering ditemui dalam percakapan maupun teks tertulis. Istilah ini merujuk pada kata tunjuk, yaitu kata yang dipakai untuk menunjukkan sesuatu yang sedang dibahas, baik berupa benda, orang, maupun tempat.
Meski terlihat sederhana, penggunaan isim isyaroh memiliki aturan khusus yang berbeda-beda tergantung pada objek yang ditunjuk, apakah tunggal, ganda, atau jamak, serta apakah posisinya dekat atau jauh. Melalui penjelasan berikut, kita akan membahas kaidah lengkap isim isyaroh agar lebih mudah dipahami dan diterapkan dalam kalimat.
Apa Itu Isim Isyaroh ?
Isim Isyaroh (اسم الإشارة) merupakan kata tunjuk dalam bahasa Arab yang digunakan untuk menunjukkan objek, tempat, atau sesuatu yang dituju. Dalam ilmu nahwu, isim isyaroh memiliki kaidah penggunaan yang berbeda-beda, tergantung jenis kata yang ditunjuk, apakah mudzakkar (laki-laki), muannas (perempuan), mufrad (tunggal), mutsanna (dua), atau jama’ (jamak).
Kaidah Isim Isyaroh Menurut Alfiyah
Di bawah ini adalah rangkuman kaidah isim isyaroh berdasarkan syarah syair Alfiyah Ibnu Malik.
Isim Isyaroh untuk Mufrad Mudzakkar dan Muannas
Untuk menunjuk benda tunggal laki-laki (mufrad mudzakkar), digunakan kata ذا. Sementara untuk menunjuk tunggal perempuan (muannas), digunakan pilihan kata seperti ذي، ذه، تي، تا.
بذا لمفرد مذكّر أشر
۞ بذي وذه تي تا على الأنثى اقتصر
Artinya: gunakan ذا untuk laki-laki tunggal, dan gunakan ذي، ذه، تي، تا untuk perempuan tunggal.
Isim Isyaroh untuk Mutsanna (Dua)
Untuk menunjukkan dua benda (mutsanna), bentuknya berubah sesuai kondisi i’rab.
- Jika dalam keadaan rafa’ (subjek), gunakan: ذان، تان
- Jika dalam kondisi selain rafa’ (nashab dan jar), gunakan: ذين، تين
وذان تان للمثنّى المرتفع
۞ وفي سواه ذين تين اذكر تطع
Isim Isyaroh untuk Jama’ (Jamak)
Untuk bentuk jamak, digunakan kata أولى. Disunnahkan memperpanjang bacaan (mad) saat mengucapkannya. Jika menunjuk sesuatu yang jauh, bisa ditambah huruf كاف (ك).
وبأولى أشر لجمع مطلقا
۞ والمدّ أولى ولدى البعد انطقا
بالكاف حرفا دون لام أو معه
۞ واللام إن قدّمت ها ممتنعة
Penjelasan:
- Kata أولى dipakai untuk menunjuk jamak secara umum
- Jika jarak jauh, tambahkan ك (misal: أولئك)
- Boleh tanpa lam atau memakai lam, namun lam tidak boleh didahului oleh huruf ها
Isim Isyaroh untuk Menunjuk Tempat
Ketika menunjuk tempat dekat, gunakan kata هنا atau ههنا. Untuk tempat jauh, bisa menggunakan tambahan kaf (كاف) seperti هناك / هنالك.
وبهنا أو ههنا أشر إلى
۞ داني المكان وبه الكاف صلا
في البعد أو بثمّ فه أو هنّا
۞ أو بهنالك انطقن أو هنّا
Makna ringkas:
- هنا / ههنا → tempat dekat
- هناك / هنالك → tempat jauh, dengan tambahan كاف
Kesimpulan
Isim isyaroh dalam bahasa Arab memiliki aturan yang berbeda tergantung objek atau tempat yang ditunjuk. Pemahaman tabel penggunaannya sangat membantu dalam menyusun kalimat yang benar sesuai kaidah nahwu. Mulai dari bentuk tunggal hingga jamak, serta dekat atau jauh, setiap bentuk memiliki aturan khusus yang perlu diperhatikan.













