Dalam kaidah bahasa Arab, ada juga golongan isim yang khusus menunjukkan sebuah nama. Isim apa itu? Yaitu isim alam. Singkatnya, isim alam adalah nama, baik nama orang, benda, tempat, dan lainnya. Lantas, bagaimana pengertian isim alam dalam ilmu nahwu? Mari kita bahas satu per satu, mulai dari definisi, pembagian, serta contoh-contohnya.

Pengertian Isim Alam

الْعَلَمُ اسْمٌ وُضِعَ لِتَعْيِيْنِ شَخْصٍ أَوْ مَكَانٍ اَوْ شَيْءٍ بِذَاتِهِ

Fuad ni’mah menjelaskan dalam kitabnya, Qowa’id Allughotul ‘Arobiyah, bahwa isim alam adalah suatu isim yang peletakannya untuk menunjukkan/menyebutkan individu/orang, tempat, atau wujud (dzat) tertentu.

Maka, sudah sangat jelas bahwa isim alam berfungsi untuk menyebutkan nama orang, tempat (seperti kota, negara, dan lainnya), benda-benda tertentu. Nama lain dari isim alam adalah isim ma’rifat. Kenapa? Karena memang isim tersebut menunjuk sesuatu yang khusus, bukan umum seperti isim nakirah. Contoh:

زَيْدٌ

Lafadz tersebut tergolong isim alam karena menunjuk anak/orang khusus yang bernama Zaid.

Jika ditelaah lebih lanjut, lafadz di atas tidak mendapat imbuhan apapun seperti alif lam. Kenapa? Karena isim ma’rifah tidak membutuhkan perubahan tersebut. Hal ini akan dijelaskan lebih lanjut di poin berikutnya.

Macam-macam Isim Alam

Setelah mempelajari pengertian isim alam, selanjutnya adalah jenisnya. Isim alam terbagi menjadi tiga macam. Pembagian tersebut antara lain; alam isim, alam laqab, dan alam kunyah. Berikut uraiannya dari masing-masing isim:

Alam isim

Alam isim adalah nama yang sesungguhnya. Dalam artian, ia merupakan sebuah nama atas sesuatu, baik berupa orang, benda, dan lainnya. Dengan penamaan tersebut, kita sudah bisa memahami apa atau siapa yang dimaksud meskipun berdiri sendiri.
Contoh :

Indonesia (إنْدُونِيْسَا), Jakarta (جَاكَرْتَا), Gorontalo (غُوْرُنْتاَلُوْ), Hasan (حَسَن), Zainab (زَيْنَب), dan sebagainya.

Hanya dengan membaca lafadz-lafadz di atas, kita sudah paham maksudnya tanpa mencari artinya. Kata-kata di atas adalah nama tempat, orang, dan sebagainya.

Alam kunyah

Isim alam kunyah merupakan isim yang menyebutkan nama dengan tambahan khusus di awal lafadz. Lafadz tersebut yaitu إِبْنٌ (anak laki-laki), بِنْتٌ (anak perempuan), أُمٌّ (ibu), dan أُبٌ (ayah). Setiap kata tersebut disandarkan (diidhafkan) pada kata berikutnya. Namun, khusus untuk lafadz أُبٌ , saat bersanding nama lain hatus ditambah ya’, alif, atau wawu.

Contoh:

أَبُوْ هُرَيْرَةَ (Abu Hurairah)
أَبُوْ مُحَمَّدٌ (Abu Muhammad)
السَلَمَةَ أُمُّ (Ummu Salamah)
اِبْنُ عُمَرَ (Ibnu ‘Umar)
بِنْتُ عُثْمَانَ (Bintu ‘Utsman)

Alam laqab

Selanjutnya adalah alam laqab. Alam laqob sendiri merupakan nama julukan. Julukan tersebut bisa berupa celaan ataupun pujian. Contoh:

قفة

Arti lafadz tersebut adalah cebol. Biasanya, itu merupakan sebuah julukan untuk orang yang pendek. Meski berupa hinaan/celaan, kata tersebut termasuk isim alam laqob (julukan).

اَلْكَذَّابُ

Arti lafadz tersebut adalah pendusta besar. Julukan tersebut ditujukan untuk orang-orang yang dianggap sebagai pembohong. Contohnya adalah Musailama.

Lantas, bagaimana contoh julukan yang tergolong pujian? Berikut contohnya:

اَلصِّدِّيْقُ (orang yang jujur/benar).

Lafadz tersebut merupakan julukan untuk orang yang dianggap sangat benar dan jujur. Contohnya adalah Abu Bakah r.a.

اَلْفَارُوْقُ (Tegas).

Lafadz merupakan julukan untuk Umar bin Khattab r.a. Artinya adalah orang yang tegas dalam memilih dan membedakan sesuatu, antara yang baik dan buruk.

ذُوْ النُّوَرَيْنِ (Memiliki dua cahaya).

Julukan ini adalah untuk khalifah yang bernama Utsman bin Affan r.a, yaitu orang yang meraih dua cahaya.

سَيْفُ اللهِ (Pedang Allah).

Julukan tersebut berarti pedang Allah, yakni panggilan khusus untuk Ali bun Abi Thalib r.a.

Bagaimana, sangat mudah, kan, dalam memahami pengertian isim alam beserta contoh-contohnya? Semoga artikel ini bermanfaat untuk kita semua. Sampai jumpa di bab selanjutnya!

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *