Tantangan kehidupan yang semakin beragam menuntut manusia untuk menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi supaya mampu bersaing. Kehidupan di era globalisasi dipenuhi oleh kompetisi yang sangat ketat. Untuk menghadapi tantangan zaman yang terus berkembang, maka pendidikan harus mampu melahirkan sumber daya manusia yang berkualitas.

Kemajuan suatu bangsa sangat ditentukan oleh pendidikan. Pendidikan yang tertata dengan baik akan melahirkan generasi yang berkualitas, cerdas, adaptif dan bermoral. Untuk mencapai tujuan tersebut salah satu upaya yang bisa dilakukan adalah dengan meningkatkan kualitas pembelajaran dan dalam hal ini penulis akan membahas mengenai pembelajaran kontekstual

Pengertian pembelajaran kontekstual

Awalnya pembelajaran kontekstual atau disebut juga Contextual teaching and learning didasarkan pada hasil penelitian yang dilakukan oleh John Dewey, dengan konstruktivisme sebagai landasan berfikir dalam kontekstual tersebut, yaitu bahwa pengetahuan di bangun oleh manusia sedikit demi sedikit yang kemudian hasilnya diperluas melalui konteks yang terbatas.

Dalam pembelajaran kontekstual peserta didik tidak hanya sekedar mendengarkan dan mencatat saja, akan tetapi mereka diarahkan untuk belajar secara langsung melalui pengalaman. Dengan pengalaman ini diharapkan perkembangan peserta didik terjadi secara menyeluruh dan tidak hanya mengalami perkembangan dalam aspek kognitif saja, akan tetapi juga aspek afektif dan psikomotor.

Model pembelajaran kontekstual ini merupakan strategi pembelajaran yang menekankan pada proses keterlibatan peserta didik secara penuh untuk menemukan materi yang dipelajarinya dan menghubungkan dengan kehidupan mereka.

Pembelajaran kontekstual ini merupakan konsep belajar yang mendorong pendidik untuk menghubungkan materi ajar dengan kondisi nyata peserta didik atau dapat dikatakan sebagai sistem pembelajaran yang didasari filosofi bahwa peserta didik mampu untuk menyerap pembelajaran jika mereka dapat memahami arti dari materi ajar yang mereka terima.

5 elemen yang harus diperhatikan dalam penerapan pembelajaran kontekstual yang berlandaskan konstruktivisme

  1. Pengaktifan pengetahuan yang sudah ada
  2. Pemerolehan pengetahuan dengan cara mempelajari secara utuh terlebih dahulu lalu kemudian memperhatikan detailnya
  3. Pemahaman pengetahuan dengan cara, merumuskan hipotesis, melakukan tukar pendapat dengan orang lain supaya memperoleh tanggapan kemudian merevisi dan mengembangkan konsep yang telah dipahami
  4. Penerapan pengetahuan dan pengalaman dalam situasi baru
  5. Merefleksikan strategi pengembangan pengetahuan tersebut

Komponen utama pembelajaran kontekstual

Model pembelajaran ini mengharuskan peserta didik untuk mampu menangkap materi ajar dan mengaitkan dengan kehidupan mereka dengan sesuatu yang baru yang belum pernah diberikan oleh pendidik secara mandiri. Komponen utama dari model pembelajaran ini adalah sebagai berikut

Konstruktivisme

Konstruktivisme adalah landasan filosofi pembelajaran kontekstual yaitu bahwa pengetahuan dibangun dalam pikiran orang yang belajar. Pengetahuan bukanlah seperangkat fakta, konsep, prinsip atau kaidah-kaidah yang siap untuk diambil dan diingat. Manusia dalam hal ini harus mengkonstruksi pengetahuan dan memberikan makna melalui pengalaman nyata. Konstruktivisme memandang bahwa belajar merupakan proses menjadi tahu, bukan proses dari tidak tahu menjadi tahu.

Menurut pandangan konstruktivisme pengetahuan yang dimiliki sebelumnya akan menjadi kerangka logis yang mentransformasi, mengorganisasi dan menginterpretasi pengalaman siswa sehingga peserta didik dapat mengkonstruksi pengetahuan baru

Inquiry

Menemukan merupakan bagian inti dari pembelajaran kontekstual. Pengetahuan dan keterampilan diharapkan dapat didapatkan oleh peserta didik sendiri dan bukan merupakan hasil dari mengingat atau menghafal dari materi yang disampaikan oleh pendidik

Bertanya

Pengetahuan yang dimiliki seseorang biasanya bermula dari pertanyaan, maka dalam prose pembelajaran mulailah mengajukan pertanyaan untuk memancing pikiran peserta didik dalam menemukan pengetahuan. Bertanya merupakan strategi utama dalam penerapan model pembelajaran ini. Karena bertanya dalam proses pembelajaran merupakan kegiatan pendidik untuk mendorong, menilai dan membimbing kemampuan berpikir peserta didik

Komunitas belajar

Komunitas belajar ini dimaksudkan bahwa pengetahuan dan keterampilan yang didapat oleh peserta didik adalah dari hasil proses pembelajaran yang bersifat berdiskusi dan bekerja sama dengan orang lain dengan bertukar pikiran dengan antar peserta didik baik didalam kelas maupun luar kelas

Pemodelan

Dalam proses pembelajaran baik untuk pembelajaran pengetahuan maupun keterampilan dibutuhkan model yang bisa ditiru. Misalnya seorang guru sastra Indonesia memberikan contoh dalam berpuisi. Dalam pembelajaran kontekstual pendidik bukan satu-satunya yang bisa dijadikan model. Model ini dapat dirancang dengan melibatkan peserta didik. Misalnya peserta didik yang pernah menjuarai pidato bahasa inggris tingkat nasional bisa dihadirkan sebagai model untuk berpidato di hadapan peserta didik lainya

Refleksi

Refleksi merupakan cara berpikir mengenai apa yang baru dipelajari atau berpikir ke waktu sebelumnya mengenai apa yang sudah dilakukan dimasa lalu dan apa yang harus dilakukan selanjutnya. Supaya terjadi proses refleksi pendidik sebaiknya memberikan waktu untuk peserta didik supaya mereka melakukan refleksi yang dapat dilakukan dengan membuat pertanyaan langsung mengenai apa yang mereka dapatkan saat itu

Penilaian autentik

Asesmen adalah proses pengumpulan informasi mengenai peserta didik yang berkaitan dengan apa yang mereka ketahui dan apa yang bisa mereka lakukan. Dalam hal ini ada beragam d=cara yang bisa dilakukan seperti melakukan pengamatan dalam proses pembelajaran, menguji apa yang peserta didik hasilkan serta menguji pengetahuan dan keterampilan mereka

Inti dari konsep pembelajaran kontekstual ini adalah menghubungkan apa yang dipelajari oleh peserta didik dan bagaimana menggunakan pengetahuan yang mereka dapatkan sehingga dapat berguna untuk kehidupan mereka di masa yang akan datang. Dengan model pembelajaran ini diharapkan proses pembelajaran akan lebih bermakna bagi peserta didik dan dapat meningkatkan pemahaman peserta didik

Baca Juga :

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *