Apa pengertian murokkab dan contohnya? Dalam ilmu nahwu, kita mempelajari tentang kalimat. Kalimat terdiri atas beberapa susunan kata. Susunan kata itulah yang dinamakan murokkab.

Ini sudah dijelaskan di bab-bab awal kitab nahwu, seperti jurumiyah dan lainnya. Keterangan ini terdapat di bab kalam yang menyatakan bahwa kalam adalah lafadz yang tersusun dan berfaidah (memiliki makna sempurna).

Ada enam bagian murokkab. Di antaranya adalah:

Murokkab Isnadi dan Contohnya

Nama lain dari murokkab isnadi adalah jumlah, yaitu kalimat yang terdiri atas predikat (musnad) dan subjek (musnad ilaih). Contohnya adalah قام التلميذ. Mana yang termasuk musnad dan musnad ilaih. Sudah sangat jelas bahwa subjek adalah pelaku dan predikat adalah pekerjaan. Maka, musnadnya adalah قام dan musnad ilaihnya adalah التلميذ . Makna dari kalimat tersebut yakni murid telah berdiri.

Murokkab Idlofi dan Contohnya

Selanjutnya adalah murokkab idlofi. Sesuai namanya, murokkab ini tersusun atas mudhof (yang disandarkan) dan mudhof ilaih (yang menjadi sandaran). Contoh: ولد المدير (anaknya bapak direktur). ولد (anaknya) menjadi mudhof dan المدير (bapak direktur) menjadi mudhof ilaih.

Murakkab Bayani dan Contohnya

Bayani yakni kalimat yang tersusun atas dua kata. Kata yang ke dua dalam kalimat tersebut adalah sebagai penjelas (keterangan) makna dari kata pertama. Murokkab ini ada tiga jenis, yaitu murokkab washfi, badali, dan taukidi.

  • Washfi, kalimatnya tersusun atas shifat dan maushuf (yang disifati). Contoh: التلميذ المجتحد . التلميذ adalah maushuf dan المجتحد adalah shifat.
  • Badali, terdiri atas badan dan mubdal minhu (kata yang dibadali). Contoh: جَاءَ زَيْدٌ أَخُوْكَ . أَخُوْكَ menjadi badal dan زَيْدٌ menjadi mubdal minhu.
  • Taukidi, kalimatnya terdiri atas lafadz yang ditaukid (muakkad) dan lafadz yang men-taukid (muakkid). Contoh: حضر طلاب الجامعة كلهم في هذه المناقشة العلمية (semua mahasiswa hadir dalam diskuai ilmiah). طلاب الجامعة sebagai muakkad dan كلهم sebagai muakkid.

Murakkab ‘Athfi serta Contoh

Athfi berasal dari kata athof. Maka, murokkab athfi adalah kalimat yang susunannya adalah ma’thuf dan ma’thuf ilaih. Maksud dari ma’thuf yakni lafadz yang di athofkan, sefangkan ma’thuf ikaih yakni lafadz yang di athofi. Selanjutnya, di antara dua lafadz tersebut terdapat huruf athof. Contoh:
اِقْرَأِ الجَرِيْدَةَ أَوِ الْمَجَلَّةَ . Huruf athofnya adalah ‘aw’ yang menghubungkan antara ma’thuf (الْمَجَلَّةَ) dan ma’thuf alaih (الجَرِيْدَةَ).

Murakkab Mazji serta Contoh

Jenis murokkab satu ini berbeda dengan murokkab lainnya. Murokkab mazji menggabungkan dua kata yang berbeda makna menjadi satu kata dan satu makna. Contoh: Baitun (بيت) artinya rumah dan lahmun (لحم) artinya daging. Ketika digabung, dua kata itu menjadi لحم بيت yang bermakna nama kota di Palestina.

Murakkab ‘Adadi serta Contoh

Yang terakhir adalah murokkab ‘adadi, yaitu susunan dua kata yang sama-sama merupakan isim ‘adad. Apa itu isim ‘adad? Yakni isim yang menunjukjan makna bilangan dan dihubungkan dengan huruf athof wawu (dikira-kirakan). Umumnya, bilangan tersebut mulai dari sebelas hingga sembilan belas atau ke sebelas hingga ke sembilan belas. Bagaimana contohnya? Yakni:
حد عشر – إثنا عشر(sebelas – dua belas).

Itulah penjelasan mengenai murokkab dan contohnya serta jenis-jenisnya. Poinnya adalah bahwa murokkab menjadi dasar terbentuknya suatu kalimat. Ketika kata-kata sudah tersusun dengan baik, maka kalimat juga terbentuk dengan baik. Bagaimana? Mudah dipahami, bukan? Semangat belajar dan semoga bermanfaat!

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *