samudrapikiran – Cinta adalah perasaan yang universal dan dimiliki oleh semua manusia. Cinta dapat muncul dalam berbagai bentuk, seperti cinta kepada Allah, cinta kepada rasul, cinta kepada orang tua, cinta kepada pasangan, cinta kepada anak, dan cinta kepada makhluk lain. Namun, bagaimana cinta menurut pandangan Islam? Apa definisi, dalil, dan bentuknya? Artikel ini akan menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Jadi, perhatikan baik-baik, ya!

Definisi Cinta Menurut Islam

Cinta menurut Islam adalah limpahan kasih sayang Allah kepada seluruh makhluknya sehingga Allah menciptakan manusia dan isinya dengan segala kesempurnaan. Selain itu, cinta juga merupakan fitrah alami manusia yang menimbulkan rasa keterikatan, kecenderungan, dan ketenteraman terhadap sesuatu atau seseorang.

Dan cinta dalam Islam mencakup aspek emosional, spiritual, dan praktis. Cinta dalam Islam bukanlah sekedar pemenuhan nafsu atau keinginan semata, melainkan harus didasari oleh iman, taqwa, dan akhlak yang mulia.

Kemudian, cinta dalam Islam juga harus sesuai dengan aturan dan batasan yang telah ditetapkan oleh Allah dan rasul-Nya. Cinta yang sebenarnya atau cinta yang hakiki adalah hanya milik Allah SWT karena hanya Allah lah yang maha sempurna dan maha pemilik cinta.

Dalil Cinta Menurut Islam

Cinta menurut Islam memiliki banyak dalil yang bersumber dari Al-Qur’an dan hadits. Berikut ini adalah beberapa contoh dalil cinta menurut Islam:

1. Cinta kepada Allah

“Katakanlah: Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Ali Imran: 31)

2. Cinta kepada rasul

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu, hanyalah orang-orang yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan kepada mereka ayat-ayat-Nya bertambahlah iman mereka (karenanya) dan kepada Tuhan-lah mereka bertawakkal.

(Yaitu) orang-orang yang mendirikan shalat dan menafkahkan sebagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka. Mereka itulah orang-orang yang benar-benar beriman. Mereka memperoleh derajat yang tinggi di sisi Tuhan mereka dan ampunan serta rezeki yang mulia.” (QS. Al-Anfal: 2-4)

3. Cinta kepada orang tua

“Dan Tuhanmu telah memerintahkan supaya kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah kamu berbuat baik pada ibu bapakmu dengan sebaik-baiknya. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berumur lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah kamu mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah kamu membentak mereka dan ucapkanlah kepada mereka perkataan yang mulia.” (QS. Al-Isra: 23)

4. Cinta kepada pasangan

“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu istri-istri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir.” (QS. Ar-Rum: 21)

5. Cinta kepada anak

“Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal-amal yang kekal lagi saleh adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu serta lebih baik untuk menjadi harapan.” (QS. Al-Kahfi: 46)

6. Cinta kepada saudara

“Sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara, karena itu damaikanlah (perbaikilah hubungan) antara kedua saudaramu dan bertakwalah kepada Allah, supaya kamu mendapat rahmat.” (QS. Al-Hujurat: 10)

7. Cinta kepada teman

“Dan orang-orang yang beriman, lelaki dan perempuan, sebahagian mereka (adalah) menjadi penolong bagi sebahagian yang lain. Mereka menyuruh (mengerjakan) yang ma’ruf, mencegah dari yang munkar, mendirikan shalat, menunaikan zakat dan mereka taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Mereka itu akan diberi rahmat oleh Allah; sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” (QS. At-Taubah: 71)

8. Cinta kepada diri sendiri

“Dan janganlah kamu membunuh dirimu; sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.” (QS. An-Nisa: 29)

9. Cinta kepada makhluk lain

“Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezekinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata (Lauh Mahfuzh).” (QS. Hud: 6)

Demikianlah artikel tentang cinta menurut pandangan Islam. Semoga artikel ini dapat memberikan manfaat dan inspirasi bagi kamu dan pembaca lainnya. Sampai jumpa pada artikel menarik lainnya.

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *