Beasiswa Pemerintah Brunei 2026 Dibuka, WNI Bisa Kuliah Gratis hingga Jenjang S2
Samudrapikiran.com – Pemerintah Brunei Darussalam kembali membuka akses pendidikan internasional bagi warga negara Indonesia melalui skema Brunei Darussalam Government Scholarship (BDGS) untuk tahun akademik 2026/2027. Program ini menjadi salah satu jalur strategis bagi pelajar dan lulusan Indonesia yang ingin melanjutkan studi di luar negeri tanpa terbebani biaya kuliah.
Berdasarkan informasi resmi dari Kedutaan Besar Republik Indonesia di Bandar Seri Begawan, BDGS merupakan program beasiswa penuh yang dikelola langsung oleh Pemerintah Brunei Darussalam. Beasiswa ini mencakup jenjang diploma, sarjana, hingga magister dan terbuka untuk pendaftar yang memenuhi persyaratan akademik serta administratif.
Lima Kampus Brunei yang Membuka Akses Beasiswa BDGS
Melalui program BDGS, penerima beasiswa berkesempatan menempuh pendidikan di sejumlah perguruan tinggi ternama di Brunei Darussalam. Total terdapat lima institusi pendidikan yang menjadi mitra resmi program ini, yaitu:
- Universiti Brunei Darussalam (UBD)
- Universiti Islam Sultan Sharif Ali (UNISSA)
- Universiti Teknologi Brunei (UTB)
- Kolej Universiti Perguruan Ugama Seri Begawan (KUPU SB)
- Politeknik Brunei
Kelima institusi tersebut dikenal memiliki standar akademik tinggi serta lingkungan belajar internasional yang kondusif bagi mahasiswa asing.
Fasilitas dan Tunjangan yang Ditanggung Beasiswa
BDGS tidak hanya menanggung biaya pendidikan, tetapi juga menyediakan berbagai fasilitas pendukung bagi mahasiswa selama masa studi. Penerima beasiswa akan memperoleh:
- Pembebasan penuh biaya kuliah
- Akomodasi atau asrama mahasiswa
- Tunjangan hidup bulanan sebesar BND 500
- Tiket pesawat kelas ekonomi pulang dan pergi
- Perlindungan asuransi kesehatan selama masa studi
Dengan cakupan tersebut, mahasiswa dapat fokus pada kegiatan akademik tanpa harus memikirkan kebutuhan dasar selama berada di Brunei Darussalam.
Ketentuan Usia dan Kemampuan Bahasa Inggris
Untuk dapat mengikuti seleksi BDGS 2026, pelamar harus memenuhi ketentuan usia yang ditetapkan. Batas usia maksimal per 1 Juli 2026 adalah 25 tahun untuk program diploma dan sarjana, serta 35 tahun bagi pendaftar program magister.
Selain itu, kemampuan bahasa Inggris menjadi salah satu syarat utama. Pelamar diwajibkan memiliki bukti kemahiran bahasa Inggris dengan standar internasional, seperti TOEFL minimal 550 atau IELTS minimal 6.0, atau sertifikasi lain yang setara sesuai ketentuan.
Persyaratan Administratif yang Perlu Disiapkan
Dokumen pendaftaran BDGS mencakup berbagai berkas penting, antara lain identitas diri, ijazah dan transkrip akademik yang telah diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris, sertifikat pendukung prestasi, hingga surat rekomendasi. Bagi pendaftar jalur riset, proposal penelitian juga wajib dilampirkan sebagai bagian dari seleksi.
Seluruh dokumen harus disiapkan secara lengkap dan akurat untuk meningkatkan peluang lolos seleksi administrasi.
Jadwal Pendaftaran dan Tahapan Seleksi
Pendaftaran Beasiswa Pemerintah Brunei Darussalam dibuka mulai 15 Desember 2025 hingga 15 Februari 2026. Pengumuman hasil seleksi dijadwalkan pada 1 Juni 2026, sementara perkuliahan akan dimulai pada Juli atau Agustus 2026.
Informasi resmi dan pembaruan terkait program BDGS dapat diakses melalui laman Kementerian Luar Negeri Brunei Darussalam.
Peluang Studi Internasional Tanpa Biaya
Program BDGS menjadi salah satu opsi menarik bagi WNI yang ingin merasakan pengalaman kuliah di luar negeri dengan sistem pendidikan yang mapan dan dukungan penuh dari pemerintah setempat. Dengan kuota terbatas dan persaingan yang ketat, persiapan sejak dini menjadi kunci utama bagi calon pendaftar.
Bagi pelajar dan lulusan yang memiliki minat studi internasional, Beasiswa Brunei Darussalam Government Scholarship 2026 patut dipertimbangkan sebagai langkah strategis menuju pendidikan global.












