Penulis : Aisyah Nur Oktaviana

Samudrapikiran.com. Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi tantangan sendiri bagi Bangsa Indonesia. Melalui data yang dikeluarkan Bank Dunia tahun 2018, Bank Dunia menyampaikan bahwa kualitas SDM Indonesia berada pada peringkat 87 dari 157 negara. Di tahun yang sama, Business World memaparkan jika peringkat daya saing SDM Indonesia berada di ranking 45 dari 63 negara. Urutan tersebut berada jauh dari dua negara tetangga yaitu Singapura dan Malaysia yang berada pada peringkat 13 dan 22.

Sejak tahun 2019 hingga sekarang ini pembangunan SDM menjadi patokan strategi pembangunan bangsa Indoensia ke depan. Pembangunan SDM menjadi salah  kunci dalam memenangkan persaingan global, langkah ini sudah selayaknya mendapat dukungan dari seluruh pemangku kepentingan.

Di tahun 2022 Presiden Indonesia Joko Widodo (Jokowi) beserta jajaran kabinetnya menyusun Rencana Kerja Pemerintah (RKP) tahun 2022. Salah satu hal yang menjadi prioritas pemerintahan Jokowi adalah meningkatkan sumber daya manusia (SDM) agar lebih memiliki kualitas dan daya saing yang tinggi.

Lampiran III Salinan Perpres Nomor 85 Tahun 2021, disebutkan bahwa dana yang dibutuhkan untuk meningkatkan SDM berkualitas dan berdaya saing pada tahun 2022 akan dianggarkan dana sebesar Rp 217,4 triliun. Alokasi dana tersebut digunakan untuk percepatan penururnan kematian ibu dan stunting dengan alokasi sebesar Rp 34,2 triliun, pembangunan Science Techno Park sebesar Rp 1,6 triliun, dana pendidikan dan pelatihan vokasi untuk industry 4.0 dianggarkan sebesar Rp 1,8 triliun, reformasi system perlindungan sosial sebesar Rp 157,7 triliun, serta reformasi system kesehatan nasional sebesar Rp 22,1 triliun.

Jika mengacu pada Rancangan Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) Tahun 2020-2024, pembangunan nasional dilakukan dengan memperhatikan tujuh agenda pembangunan yang tetap dipertahankan menjadi prioritas nasional pada RKP tahun 2022. Tujuh prioritas pada RKP diantaranya adalah memperkuat ketahanan ekonomi untuk pertumbuhan yang berkualitas dan berkeadilan, mengembangkan wilayah untuk mengurangi kesenjangan dan menjamin pemerataan, meningkatkan sumber daya manusia berkualitas dan berdaya saing, revolusi mental dan pembangunan kebudayaan, memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan perubahan iklim, serta memperkuat stabilitas polhukhankam (politik, hokum, pertahanan, keamanan) dan trasformasi pelayanan public.

Penguatan SDM menjadi manusia unggul memiliki hubungan yang erat dengan peningkatan produktivitas kerja, dalam memenangkan persaingan ditengah perubahan-perubahan yang berlangsung sangat cepat di dunai bisnis, ekonomi politik dan budaya. Di era sekarang ini, Indonesia dituntut untuk tetap konsisten menaikkan angka pertumbuhan ekonomi. Hal ini dibarengi dengan banyaknya harapan untuk menjadikan Indonesia sebagai negara maju.

Hal tersebut tentunya bisa dilihat dari pencapaian pembangunan yang telah didapat oleh bangsa Indonesia akhir-akhir ini. Melalui prediksi lembaga survey asing, memproyeksikan indonesia akan sejajar dengan Cina dan Amerika Serikat sebagai negara dengan ekonomi terbesar di dunia di tahun 2030.

Maka dari ini pembangunan dengan focus utama pembangunan SDM sangat tepat untuk menjawab tantangan bagi bangsa Indonesia, mengingat Indonesia saat ini berada dalam periode Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang menuntut SDM terampil dan unggul agar memiliki daya saing tinggi sehingga memiliki kontribusi yang tinggi dalam pembangunan bangsa.

Baca juga

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *