5 Doa Turun Hujan dan Artinya, Lengkap dengan Doa agar Hujan Reda
Samudrapikiran.com – Hujan merupakan salah satu bentuk rahmat Allah SWT yang memiliki peran penting bagi kehidupan di bumi. Air yang turun dari langit membantu menyuburkan tanah, mengisi sungai dan sumber air, serta memenuhi kebutuhan manusia, hewan, dan tumbuhan.
Dalam ajaran Islam, hujan juga menjadi momentum bagi umat Muslim untuk mengingat kebesaran Allah SWT dan memanjatkan doa. Rasulullah SAW mengajarkan sejumlah doa yang dapat dibaca sesuai keadaan, mulai dari ketika hujan turun, saat hujan semakin deras, hingga ketika hujan dikhawatirkan menimbulkan bahaya.
Membaca doa ketika hujan turun merupakan bentuk syukur sekaligus permohonan agar air yang dicurahkan membawa manfaat dan keberkahan. Sementara itu, ketika hujan berlangsung terlalu lebat, umat Islam dapat memohon agar hujan dialihkan ke tempat yang membutuhkan dan tidak menimbulkan kerusakan.
Kumpulan Doa ketika Hujan Turun
1. Doa ketika Hujan Turun
Saat hujan mulai turun, umat Islam dianjurkan membaca doa sebagai bentuk permohonan agar hujan tersebut menjadi rahmat dan membawa kebaikan.
Doa:
اللَّهُمَّ صَيِّبًا نَافِعًا
Latin:
Allahumma shayyiban naafi’an.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan yang bermanfaat.”
Doa ini diriwayatkan dalam hadis dari Aisyah RA. Rasulullah SAW membacanya ketika melihat hujan turun. Permohonan tersebut mengandung harapan agar air hujan memberikan manfaat bagi kehidupan, bukan menjadi penyebab kerusakan atau bencana.
2. Doa Memohon Hujan yang Membawa Berkah
Selain memohon hujan yang bermanfaat, umat Islam juga dapat berdoa agar hujan yang turun menjadi sarana kebaikan bagi manusia dan lingkungan.
Doa yang diajarkan Rasulullah SAW ketika hujan turun adalah Allahumma shayyiban naafi’an. Maknanya tidak hanya berkaitan dengan turunnya air, tetapi juga harapan agar hujan memberikan manfaat, seperti menyuburkan tanaman dan memenuhi kebutuhan air.
Doa ini dapat dibaca ketika hujan mulai turun atau saat seseorang menyaksikan hujan yang membawa kesejukan bagi lingkungan.
3. Doa ketika Hujan Semakin Deras
Hujan yang turun terlalu lebat terkadang dapat menimbulkan kekhawatiran, terutama apabila berpotensi menyebabkan banjir atau mengganggu aktivitas masyarakat. Dalam keadaan tersebut, Rasulullah SAW mengajarkan doa agar hujan dialihkan ke tempat yang membutuhkan.
Doa:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا، اللَّهُمَّ عَلَى الْآكَامِ وَالظِّرَابِ، وَبُطُونِ الْأَوْدِيَةِ، وَمَنَابِتِ الشَّجَرِ
Latin:
Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa. Allahumma ‘alal aakaami wadh-dhiraabi, wa buthuunil awdiyati, wa manaabitisy-syajar.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami. Ya Allah, turunkanlah di bukit-bukit, dataran tinggi, lembah-lembah, dan tempat tumbuhnya pepohonan.”
Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih dari Anas bin Malik RA. Rasulullah SAW membacanya ketika masyarakat mengalami hujan yang berlangsung terus-menerus dan dikhawatirkan menimbulkan kesulitan.
Permohonan ini bukan berarti menolak hujan secara keseluruhan. Umat Islam justru memohon agar hujan turun di tempat yang memberikan manfaat dan tidak menyebabkan kerugian.
4. Doa ketika Hujan Disertai Petir
Ketika hujan disertai petir, umat Islam dapat mengingat kebesaran Allah SWT melalui doa dan zikir. Salah satu bacaan yang disebutkan dalam Alquran adalah tasbih yang berkaitan dengan suara guruh.
Doa:
سُبْحَانَ الَّذِي يُسَبِّحُ الرَّعْدُ بِحَمْدِهِ وَالْمَلَائِكَةُ مِنْ خِيفَتِهِ
Latin:
Subhaanalladzii yusabbihur-ra‘du bihamdihii wal-malaa’ikatu min khiifatih.
Artinya:
“Maha Suci Allah yang guruh bertasbih dengan memuji-Nya, demikian pula para malaikat karena takut kepada-Nya.”
Bacaan ini merujuk pada makna Surah Ar-Ra’d ayat 13, yang menjelaskan bahwa guruh bertasbih memuji Allah SWT dan para malaikat pun bertasbih karena takut kepada-Nya.
Perlu dipahami bahwa bacaan tersebut merupakan zikir yang bersumber dari ayat Alquran. Sementara itu, ketika terjadi petir, masyarakat juga perlu mengutamakan keselamatan dengan menghindari tempat terbuka dan berlindung di bangunan yang aman.
5. Doa agar Hujan Reda dan Tidak Menimbulkan Bahaya
Ketika hujan berlangsung terlalu deras dan menimbulkan kesulitan, umat Islam dapat membaca doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar hujan dialihkan ke tempat lain.
Doa:
اللَّهُمَّ حَوَالَيْنَا وَلَا عَلَيْنَا
Latin:
Allahumma hawaalainaa wa laa ‘alainaa.
Artinya:
“Ya Allah, turunkanlah hujan di sekitar kami, bukan di atas kami.”
Doa singkat ini merupakan bagian dari doa yang diriwayatkan dari Rasulullah SAW ketika hujan berlebihan. Isinya adalah permohonan agar hujan tidak membahayakan masyarakat dan dialihkan ke wilayah yang lebih membutuhkan.
Doa tersebut tidak harus dimaknai sebagai permintaan agar hujan berhenti di seluruh wilayah. Intinya, umat Islam memohon perlindungan dari dampak buruk hujan sekaligus berharap agar air tetap memberikan manfaat.
Adab ketika Hujan Turun Menurut Islam
Selain membaca doa, terdapat beberapa hal yang dapat dilakukan umat Islam ketika hujan turun.
Pertama, bersyukur kepada Allah SWT atas turunnya hujan. Air merupakan kebutuhan penting bagi kehidupan, sehingga hujan dapat menjadi pengingat atas nikmat yang diberikan Allah SWT.
Kedua, memanjatkan doa agar hujan membawa manfaat. Doa Allahumma shayyiban naafi’an dapat dibaca ketika hujan mulai turun.
Ketiga, tidak mencela hujan. Hujan pada dasarnya merupakan bagian dari ketetapan Allah SWT dan memiliki manfaat bagi kehidupan. Apabila hujan menimbulkan kesulitan, umat Islam dapat memohon perlindungan dan keselamatan kepada-Nya.
Keempat, tetap memperhatikan kondisi lingkungan. Ketika hujan sangat deras, masyarakat perlu mewaspadai potensi banjir, longsor, dan bahaya petir. Ikhtiar menjaga keselamatan merupakan bagian dari tanggung jawab manusia.
Hujan sebagai Rahmat dan Pengingat untuk Berdoa
Hujan memiliki peran besar dalam menjaga keseimbangan kehidupan. Tanpa air, manusia, hewan, dan tumbuhan akan kesulitan memenuhi kebutuhan dasarnya.
Dalam perspektif Islam, hujan juga menjadi kesempatan bagi umat Muslim untuk memperbanyak doa dan mengingat Allah SWT. Rasulullah SAW mengajarkan bacaan yang dapat diamalkan ketika hujan turun maupun ketika hujan berlebihan.
Doa-doa tersebut mengajarkan keseimbangan antara rasa syukur dan permohonan perlindungan. Ketika hujan turun, umat Islam memohon agar air membawa manfaat. Ketika hujan terlalu deras, umat Islam dapat memohon agar hujan dialihkan ke tempat yang lebih membutuhkan.
Dengan demikian, membaca doa ketika hujan bukan sekadar amalan lisan. Doa juga menjadi pengingat agar manusia mensyukuri nikmat air, menjaga lingkungan, serta tetap berikhtiar menghadapi kondisi alam dengan bijaksana.
Baca juga:











