Terjemah Alfiyah Ibnu Malik Bab Af’al Muqorobah (أفعال المقاربة) Lengkap dan Penjelasannya
Samudrapikiran.com – Kitab Alfiyah Ibnu Malik (ألفية ابن مالك) merupakan salah satu karya monumental dalam kajian tata bahasa Arab (nahwu) yang disusun dalam bentuk syair. Karya ini ditulis oleh Ibnu Malik, seorang ulama asal Andalusia (Spanyol), yang wafat pada tahun 672 H atau bertepatan dengan 1274 M.
Di lingkungan pesantren, Alfiyah menjadi rujukan penting selain Al-Qur’an. Kitab ini sering dipelajari dan dihafalkan, bahkan memiliki puluhan kitab syarah (penjelasan) yang memperkaya pemahaman terhadap isi nadzamnya.
Salah satu pembahasan penting dalam Alfiyah adalah Af’al Muqorobah (أفعال المقاربة), yaitu kelompok kata kerja yang menunjukkan makna “hampir terjadi”. Berikut ini terjemahan beserta penjelasan ringkasnya.
Pengertian Af’al Muqorobah
Af’al Muqorobah adalah fi’il (kata kerja) yang menunjukkan bahwa suatu peristiwa hampir terjadi, seperti kata كاد (kāda) dan عسى (‘asā). Secara fungsi, kata-kata ini memiliki kemiripan dengan كان (kāna) dalam struktur kalimat.
Teks dan Terjemah Alfiyah Bab Af’al Muqorobah
1. Kaada dan ‘Asa seperti Kana
ككان كاد وعسى لكن ندر غير مضارع لهذين خبر
Artinya:
Kāda dan ‘asā menyerupai kāna, namun khabarnya jarang berupa selain fi’il mudhāri’.
Penjelasan:
Khabar dari kāda dan ‘asā umumnya berbentuk kata kerja mudhāri’ (present tense).
2. Penggunaan “an” setelah ‘Asa
وكونه بدون أن بعد عسى نزر وكاد الأمر فيه عكسا
Artinya:
Jarang khabar ‘asā tanpa didahului “an”, sedangkan pada kāda justru sebaliknya.
Penjelasan:
- ‘Asā → biasanya memakai “an”
- Kāda → biasanya tanpa “an”
3. Hara dan Keharusan “an”
وكعسى حرى ولكن جعلا خبرها حتما بأن متصلا
Artinya:
Hara seperti ‘asā, namun khabarnya wajib disambung dengan “an”.
4. Ikhlaulaqa Mengikuti Hara
وألزموا اخلولق أن مثل حرى
Artinya:
Ikhlaulaqa juga diwajibkan menggunakan “an” seperti hara.
5. Ausyaka Jarang Tanpa “an”
وبعد أوشك انتفا أن نزرا
Artinya:
Jarang sekali ausyaka tidak diikuti “an”.
6. Karuba Seperti Kada
ومثل كاد في الأصحّ كربا
Artinya:
Karuba dalam pendapat yang kuat disamakan dengan kāda.
7. Af’al Syuru’ Tanpa “an”
وترك أن مع ذي الشروع وجبا كأنشأ السائق يحدو وطفق كذا جعلت وأخذت وعلق
Artinya:
Wajib meninggalkan “an” pada af’al syuru’, seperti: ansya’a, thafiqa, ja’ala, akhadza, dan ‘aliqa.
8. Penggunaan Fi’il Mudhāri’
واستعملوا مضارعا لأوشكا وكاد لا غير وزادوا موشكا
Artinya:
Orang Arab menggunakan bentuk mudhāri’ pada ausyaka dan kāda saja, serta menambahkan “musyika”.
9. Kadang Tidak Memerlukan Dua Unsur
بعد عسى اخلولق أوشك قد يرد غنى بأن يفعل عن ثان فقد
Artinya:
Setelah ‘asā, ikhlaulaqa, dan ausyaka terkadang cukup dengan satu unsur tanpa yang kedua.
10. Penggunaan Dhamir pada ‘Asa
وجرّدن عسى أو ارفع مضمرا بها إذا اسمّ قبلها قد ذكرا
Artinya:
Boleh mengosongkan dhamir atau merafa’kan dhamir pada ‘asā jika isim sudah disebut sebelumnya.
11. Variasi Harakat pada ‘Asaitu
والفتح والكسر أجز في السين من نحو عسيت وانتفا الفتح زكن
Artinya:
Boleh menggunakan fathah atau kasrah pada huruf sin dalam kata ‘asaitu, namun fathah lebih dikenal.
Kesimpulan
Pembahasan Af’al Muqorobah dalam Alfiyah Ibnu Malik memberikan gambaran penting tentang struktur kalimat dalam bahasa Arab, khususnya terkait kata kerja yang menunjukkan makna “hampir terjadi”. Pemahaman terhadap kaidah ini sangat membantu dalam membaca kitab kuning maupun memahami teks Arab klasik secara lebih mendalam.
Dengan mempelajari nadzam dan penjelasannya, pelajar dapat memahami perbedaan penggunaan kata seperti kāda, ‘asā, hingga af’al syuru’ secara lebih sistematis dan aplikatif.











