Warta

KKN Mas Swakarya 111 Peduli Lingkungan: Ubah Minyak Jelantah menjadi Lilin Aroma Terapi

Swakarya 111 lilin aroma terapi Songgokerto KKN MAs

Samudrapikiran.com – Kepedulian terhadap lingkungan kembali diwujudkan oleh Kelompok 111 Swakarya melalui kegiatan pemanfaatan limbah minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi. Kegiatan yang dilaksanakan pada Selasa, 11 Agustus 2026, di Balai RW 06 bersama ibu-ibu PKK RW 06 tersebut berlangsung mulai pukul 15.00 WIB hingga menjelang Magrib.

Berangkat dari persoalan sederhana yang sering dijumpai dalam kehidupan sehari-hari, yaitu minyak jelantah yang kerap dibuang begitu saja, mahasiswa KKN Mas mengajak masyarakat untuk melihat bahwa limbah rumah tangga tersebut masih memiliki potensi dan dapat diolah menjadi sesuatu yang bermanfaat.

Kegiatan ini diawali dengan pengumpulan minyak jelantah dari masing-masing RT di wilayah RW 06. Minyak yang sebelumnya dianggap sebagai limbah kemudian dikumpulkan untuk diolah bersama menjadi lilin aroma terapi. Proses tersebut tidak hanya menjadi kegiatan praktik, tetapi juga menjadi sarana edukasi bagi masyarakat mengenai pentingnya mengelola limbah rumah tangga dengan lebih bijak.

Bersama ibu-ibu PKK, para mahasiswa mengikuti setiap tahapan pengolahan dengan penuh antusias. Suasana sore itu terasa hangat karena kegiatan berlangsung dalam suasana kekeluargaan, dengan adanya interaksi dan kerja sama antara mahasiswa dan warga.

Pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi menjadi salah satu bentuk inovasi sederhana yang dapat memberikan nilai tambah dari sesuatu yang sebelumnya tidak terpakai. Minyak jelantah yang biasanya berakhir sebagai limbah kini diarahkan untuk menjadi produk yang memiliki manfaat sekaligus nilai ekonomi.

Melalui kegiatan ini, masyarakat diajak untuk tidak terburu-buru menganggap sesuatu sebagai sampah, karena dengan kreativitas dan pengolahan yang tepat, limbah pun dapat memiliki kehidupan baru. KKN Mas 111 Swakarya didampingi oleh Dr. Diah Risqiwati, ST., MT selaku dosen pembimbing lapangan. Seluruh anggota Kelompok KKN Mas ikut terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan.Teman-teman KKN yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu, Hasby Ilman Hafid, Suryo Luqman Hakim, Jacinda Berliana, Mutiara Ma’rifatun A, Nurul Fadilah, Alya Nur Aini, Sitti Nurqalbiyah Moebbrey, Arofah Nur Assa’diah Dzahir, Annisa Aora Salsabila, Oktaviana Indah Ramadhani, Sulfikar, Maulidya Khusna, Thalita Alandia Inashafaa dan Elga Nuriya Lovendia.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari semangat KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah atau KKN Mas, yakni program KKN kolaborasi perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah (PTMA) dari seluruh Indonesia. Pada tahun 2026, pelaksanaan KKN Mas ditempatkan di wilayah Malang Raya dengan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai host dan melibatkan 59 kampus PTMA.

Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN Mas tidak hanya diarahkan untuk melaksanakan pengabdian, tetapi juga menjadi agen perubahan yang mengimplementasikan ilmu sesuai bidangnya, melakukan pemberdayaan masyarakat, berinovasi, serta membangun kolaborasi dengan masyarakat.

Hal tersebut sejalan dengan pedoman KKN Mas yang menekankan pentingnya inovasi dan pemberdayaan yang memberikan dampak jangka panjang bagi masyarakat.

Kelompok 111 Swakarya sendiri merupakan kelompok yang diisi oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi Muhammadiyah dan ‘Aisyiyah. Keberagaman asal kampus tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam menjalankan berbagai program pengabdian di tengah masyarakat.

Dengan latar belakang yang berbeda, para mahasiswa dapat saling melengkapi dalam merancang dan melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan warga. Dalam kegiatan pengolahan minyak jelantah ini, seluruh anggota kelompok turut berpartisipasi dan bekerja bersama masyarakat.

Selain pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi, Kelompok 111 Swakarya juga menjalankan berbagai program unggulan lainnya yang diarahkan pada pemberdayaan dan kebutuhan masyarakat. Program-program tersebut menjadi bagian dari upaya mahasiswa untuk tidak hanya hadir selama masa KKN, tetapi juga meninggalkan pengetahuan, keterampilan, dan manfaat yang dapat terus dikembangkan oleh masyarakat.

Semangat tersebut sejalan dengan konsep KKN Mas yang mendorong pemberdayaan ekonomi warga, edukasi lingkungan dan kesehatan, serta pelatihan praktis yang dapat mendukung kemandirian komunitas.

Bagi ibu-ibu PKK RW 06, kegiatan ini memberikan pengalaman baru dalam melihat dan mengolah minyak jelantah. Sementara bagi mahasiswa, kegiatan tersebut menjadi pembelajaran berharga bahwa pengabdian kepada masyarakat tidak selalu harus diwujudkan melalui sesuatu yang besar.

Dari minyak bekas yang sederhana, dapat lahir sebuah gagasan tentang kepedulian lingkungan, kreativitas, dan peluang pemanfaatan limbah. Kebersamaan yang terbangun selama proses pengolahan juga menjadi bagian penting dari kegiatan ini, karena perubahan sering kali dimulai dari langkah kecil yang dilakukan bersama.

Melalui kegiatan ini, Kelompok 111 Swakarya berharap masyarakat dapat semakin sadar akan pentingnya pengelolaan limbah rumah tangga sekaligus melihat peluang dari barang yang selama ini dianggap tidak berguna. Minyak jelantah yang dahulu hanya berakhir sebagai buangan kini dapat diolah menjadi produk yang lebih bermanfaat.

Semangat inilah yang ingin terus dibawa oleh mahasiswa KKN Mas: hadir bersama masyarakat, belajar bersama, dan menciptakan perubahan yang dapat dirasakan bersama.

Kegiatan pemanfaatan minyak jelantah menjadi lilin aroma terapi di Balai RW 06 akhirnya bukan sekadar kegiatan pelatihan, melainkan sebuah cerita tentang bagaimana kepedulian dan kreativitas dapat mengubah sesuatu yang sederhana menjadi bernilai.

Semoga langkah kecil yang dilakukan bersama ibu-ibu PKK RW 06 ini dapat menjadi awal dari kebiasaan baru dalam mengelola limbah sekaligus membuka peluang untuk mengembangkan produk-produk kreatif lainnya di lingkungan masyarakat.

Dalam pelaksanaan dan publikasi program KKN Mas ini, Kelompok 111 Swakarya menyampaikan terima kasih kepada Panitia Pusat dan Lokal KKN Mas, Konsorsium LPPM PTMA, serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah atas dukungan terhadap pelaksanaan program KKN Mas 2026.

Ucapan terima kasih juga disampaikan kepada Universitas Muhammadiyah Malang selaku host, masyarakat RW 06, dan ibu-ibu PKK RW 06 yang telah menerima serta mendukung kegiatan mahasiswa dengan penuh kehangatan. Ketentuan publikasi KKN Mas juga menekankan pentingnya penyebutan seluruh anggota tim serta ucapan terima kasih kepada pihak-pihak terkait.

Sebelumnya

RW 06 Dusun Tambuh Songgokerto Gelar CKG, KKN MAs Swakarya 111 turut Hadir bersama Warga

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Samudrapikiran.com