Tekno

Kiwi Browser Android, Alternatif Ringan dan Cepat untuk Pengguna Android

Samudrapikiran.comKiwi Browser Android sempat menjadi salah satu peramban alternatif yang paling diperbincangkan di kalangan pengguna Android. Berbasis mesin Chromium, browser ini hadir membawa pendekatan berbeda dibanding peramban mobile pada umumnya. Alih-alih hanya menekankan kompatibilitas situs, Kiwi fokus menghadirkan pengalaman browsing fleksibel, cepat, dan ramah privasi, mendekati kapabilitas browser desktop.

Meski tidak pernah menyaingi popularitas Google Chrome, pertumbuhan Kiwi terbilang organik. Basis penggunanya didominasi komunitas teknologi dan pengguna tingkat lanjut yang membutuhkan fitur lebih luas, terutama dukungan ekstensi dan kontrol privasi yang lebih ketat.

Latar Belakang Pengembangan Kiwi Browser Android

Kiwi Browser dikembangkan oleh Arnaud42 dengan visi menghadirkan browser mobile yang tidak dibatasi oleh keterbatasan platform Android. Sejak mulai dikenal luas sekitar 2018, Kiwi mendapat perhatian karena mampu menjalankan banyak fungsi yang sebelumnya hanya tersedia di browser desktop.

Dengan fondasi Chromium, Kiwi tetap kompatibel dengan sebagian besar situs modern. Namun, pengembang menyematkan berbagai optimalisasi tambahan yang membuatnya berbeda dari Chrome versi mobile. Pendekatan inilah yang membuat Kiwi sempat mencatat lebih dari 500 ribu unduhan dan ribuan ulasan positif di Google Play Store sebelum akhirnya dihentikan.

Fokus pada Kecepatan dan Kenyamanan Browsing

Salah satu keunggulan utama Kiwi Browser Android terletak pada performanya. Browser ini dilengkapi pemblokir iklan bawaan yang langsung aktif tanpa memerlukan ekstensi tambahan. Selain itu, fitur pemblokiran pop-up bekerja otomatis untuk mencegah jendela mengganggu yang sering memperlambat proses pemuatan halaman.

Dari sisi konsumsi multimedia, Kiwi menawarkan fitur background play. Pengguna dapat memutar video atau audio meski tab ditutup atau layar ponsel dimatikan. Berdasarkan diskusi komunitas teknologi, fitur ini menjadi nilai tambah signifikan bagi pengguna yang sering mengakses konten video atau podcast.

Mode Malam dan Efisiensi Daya

Kiwi Browser juga menghadirkan mode malam dengan pengaturan kontras yang fleksibel. Pada perangkat dengan layar AMOLED, mode gelap pekat tidak hanya meningkatkan kenyamanan visual, tetapi juga membantu menekan konsumsi daya. Sejumlah pengujian berbasis komunitas menunjukkan efisiensi baterai dapat meningkat hingga sekitar 10 persen dalam penggunaan tertentu.

Pendekatan ini menjadikan Kiwi tidak hanya cepat, tetapi juga ramah bagi pengguna yang mengutamakan efisiensi perangkat.

Privasi sebagai Fondasi Utama

Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap keamanan data, Kiwi Browser Android menempatkan privasi sebagai salah satu pilar utama. Browser ini dibekali proteksi terhadap pelacak daring serta mekanisme pencegahan cryptojacking. Seluruh aktivitas browsing juga dilindungi melalui sistem enkripsi untuk meminimalkan risiko akses tidak sah.

Mode penyamaran pada Kiwi bahkan dilengkapi fitur tambahan, seperti pemblokiran tangkapan layar dan kemampuan menyembunyikan konten tertentu saat browsing. Berdasarkan dokumentasi pengembang, Kiwi tidak mengumpulkan data pribadi untuk kepentingan iklan, sebuah pendekatan yang jarang ditemui pada browser mobile gratis.

Dukungan Ekstensi: Pembeda Utama dari Browser Lain

Nama Kiwi Browser semakin dikenal luas berkat dukungan ekstensi dari Chrome Web Store. Pengguna dapat memasang ekstensi populer seperti uBlock Origin, Grammarly, hingga Dark Reader secara langsung tanpa proses modifikasi rumit. Fitur ini menjadi pembeda paling mencolok dibanding Chrome versi Android yang hingga kini belum mendukung ekstensi secara resmi.

Selain meningkatkan produktivitas, dukungan ekstensi juga menjadikan Kiwi fleksibel untuk berbagai kebutuhan, mulai dari pekerjaan, riset, hingga konsumsi konten harian.

Dari sisi teknis, mesin rendering Kiwi dioptimalkan untuk meningkatkan performa JavaScript hingga sekitar 10 persen. Optimalisasi ini berdampak pada waktu muat halaman yang lebih cepat dan pengalaman browsing yang lebih stabil.

Penghentian Pengembangan dan Kondisi Terkini

Pada awal 2024, pengembang resmi mengumumkan penghentian pengembangan Kiwi Browser Android. Informasi tersebut disampaikan melalui kanal Discord resmi dan forum komunitas r/android. Seiring keputusan ini, aplikasi Kiwi juga dihapus dari Google Play Store.

Pengembang menyarankan pengguna mengunduh versi terakhir melalui GitHub resmi serta menghindari sumber tidak terpercaya. Alasan utama penghentian ini berkaitan dengan kompleksitas pengembangan browser dalam jangka panjang.

Meski demikian, sebagian kode pendukung ekstensi Kiwi telah diadopsi ke Microsoft Edge Canary Android. Pengguna Edge dapat mengaktifkannya melalui menu developer options, meskipun prosesnya relatif lebih rumit dan memerlukan input manual ID ekstensi.

Alternatif Browser Pasca Kiwi Browser Android

Berakhirnya pengembangan Kiwi meninggalkan celah bagi pengguna Android yang membutuhkan dukungan ekstensi. Microsoft Edge Canary menjadi alternatif terdekat dari sisi fitur, sementara Firefox Android menawarkan dukungan ekstensi versi mobile dengan pendekatan berbeda.

Samsung Internet juga menyediakan add-on melalui toko ekstensi tersendiri, meskipun ekosistemnya lebih tertutup. Hingga saat ini, Google Chrome masih belum menyediakan dukungan ekstensi secara resmi di Android, sehingga pengguna perlu memilih alternatif sesuai kebutuhan masing-masing.

Warisan Kiwi di Ekosistem Browser Android

Kiwi Browser Android meninggalkan pengaruh besar dalam perkembangan browser mobile. Dukungan ekstensi, pemblokiran iklan bawaan, serta pendekatan privasi yang kuat membuktikan bahwa browser Android dapat menawarkan lebih dari sekadar alat membuka situs.

Banyak fitur yang dulu menjadi keunggulan Kiwi kini mulai dianggap sebagai standar baru. Meski pengembangannya telah berhenti, warisan inovasi Kiwi tetap hidup melalui fitur-fitur yang diadopsi browser lain. Hal ini menunjukkan bahwa Kiwi Browser pernah memainkan peran penting dalam mendorong evolusi browser Android menuju pengalaman yang lebih bebas, aman, dan produktif.

Sebelumnya

Honor Power 2 Resmi Rilis, Smartphone Baterai 10.080 mAh Paling Tipis di Kelasnya

Selanjutnya

Tanda-Tanda Website Butuh Upgrade dari Hosting ke Server VPS

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Samudrapikiran.com