Penulis : Frila Rezeta

Pembangunan Ekonomi adalah kemampuan ekonomi nasional dimana keadaan ekonominya bermula relatif statis selama jangka waktu yang cukup lama untuk dapat menaikkan dan mempertahankan laju pertumbuhan GNP-nya hingga mencapai angka 5 sampai 7 persen atau lebih per tahunnya. Adapun definisi lain tentang pembangunan ekonomi adalah bahwa setiap kegiatan yang dilakukan suatu negara dalam rangka mengembangkan kegiatan ekonomi dan taraf hidup masyarakatnya. Atau dapat juga didefinisikan sebagai suatu proses yang menyebabkan kenaikan pendapatan riil per kapita penduduk suatu negara dalam jangka panjang yang disertai oleh perbaikan sistem kelembagaan.

Suatu negara dapat dikatakan bahwa pembangunan ekonominya berhasil apabila masyarakat mampu untuk memenuhi kebutuhan pokoknya, dapat meningkatkan rasa harga diri masyarakat sebagai manusia, masyarakat mampu meningkatkan hak memilih tentang hak asasi manusia tersebut. Selain dari indikator tersebut ada juga indikator keberhasilan pembangunan ekonomi yang lain, yaitu :

A. Indikator Moneter

  1. Pendapatan per Kapita

Pendapatan per kapita merupakan indikator atas kinerja perekonomian secara keseluruhan. Pendapatan per kapita adalah indikator moneter atas setiap kegiatan ekonomi penduduk suatu negara.

  1. Kelemahan Umum Pendekatan Pendapatan per Kapita

Yang termasuk dalam kelemahan ini adalah terletak pada ketidakmampuannya untuk menggambarkan tingkat kesejahteraan masyarakat secara utuh.

  1. Kelemahan Metodologis Pendekatan Pendapatan per Kapita

Kelemahan ini timbul karena pendekatan ini mengabaikan adanya perbedaan karakteristik antar negara.

Baca Juga :  Cara Menyusun Rencana Bisnis yang Fleksibel

B. Indikator Non-Moneter

  1. Indikator Sosial

Untuk membandingkan tingkat kesejahteraan suatu negara dikelompokkan menjadi 3 metode yaitu : memperbaiki metode yang digunakan dalam perhitungan pendapatan konvensional, membuat penyesuaian dalam perhitungan pendapatan nasional dengan mempertimbangkan adanya perbedaan tingkat harga di setiap negara, dan membandingkan tingkat kesejahteraan negara berdasarkan data yang tidak bersifat moneter.

  1. Indeks Kualitas Hidup

Indikator IKH dilihat dari tingkat harapan hidup pada usia satu tahun, tingkat kematian bayi, dan tingkat melek huruf.

  1. Indikator Campuran
  2. Indikator Susenas Inti

Indikator tersebut meliputi Pendidikan, Kesehatan, Perumahan, Angkatan Kerja, Keluarga Berencana dan Fertilitas, Ekonomi, Kriminalitas, Perjalanan Wisata, dan Akses ke media massa.

  1. Indeks Pembangunan Manusia

Indikator IPM dilihat dari tingkat harapan hidup, tingkat melek huruf, dan pendapatan riil per kapita berdasarkan paritas daya beli.

Baca juga :

Share:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *