Penulis : Firza Aurel Elvanda Tetania

Inflasi merupakan istilah umum dalam dunia ekonomi yang dapat artikan sebagai kenaikan harga  barang dan jasa secara umum dan terus menerus dalam jangka waktu tertentu. Inflasi biasanya terjadi di negara-negara berkembang.

Hal ini terjadi karena dalam sebuah Negara perekonomian dan penjualan yang terjadi tidak stabil. Kondisi ini sangat dihindari oleh Negara karena akan memicu terjadinya krisis ekonomi. Inflasi merupakan suatu masalah ekonomi yang besar khususunya bagi Negara-negara berkembang.

Berikut adalah faktor-faktor penyebab inflasi

  1. Faktor permintaan (Demand Pull Inflation)

Penyebab Inflasi yang pertama adalah permintaan yang timbul karena adanya pertambahan jumlah uang yang beredar dalam jangka pendek. Bertambahnya jumlah uang yang beredar jangka pendek ini bisa berdampak terhadap suku bunga yang bisa mengalami penurunan sehingga jumlah konsumsi dan investasi meningkat secara keseluruhan. Dengan meningkatnya peredaran mata uang jangka pendek maka perubahan harga barangpun kan naik secara signifikan.

  1. Penawaran atau cost push inflation/ supply shock inflation

Faktor yang ke dua disebabkan oleh  penawaran yang memicu kenaikan harga penawaran atas suatu barang, termasuk barang-barang yang harus diimpor, serta harga barang-barang yang dikendalikan oleh pemerintah seperti  kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), kenaikan harga minyak dunia, dan kenaikan tarif dasar listrik (TDL).  Aktivitas penawaran sendiri memanglah memiliki dampak yang signifikan terhadap potensi inflasi di suatu negara. Selain itu kenaikan biaya produksi secara berkelanjutan dalam jangka waktu tertentu juga dapat memicu terjadinya suatu inflasi. Namun secara sederhana, dampak yang secara langsung terjadi adalah pada penawaran barang.

  1. Campuran (Mixed Inflation)

Inflasi campuran adalah inflasi yang disebabkan oleh kenaikan permintaan dan kenaikan penawaran, perilaku permintaan dan penawaran yang tidak seimbang atau permintaan terhadap barang dan jasa yang  bertambah. Hal ini  menjadikan faktor produksi dan ketersediaan barang akan turun, dan barang pengganti akan di kurangi, terbatas, dihilangkan. kondisi ini biasanya digunakan oleh para penjual untuk menaikkan harga barang secara drastis.

  1. Ekspektasi (Expected Inflation)

Biasanya perilaku masyarakat memang haruslah forward looking  dan adaptif terhadap isu-isu nasional atupun global terhadap ekonomi. Penilaian masyarakat terhadap perkembangan ekonomi masa depan tentu lebih baik jika dibandingkan dengan masa sebelumnya.

Hal seperti inilah yang disebut sebagi ekspetasi masyarakat terhadap ekonimi, akan tetapi karena faktor inilah ada kemungkinan inflasi. Harapan atau ekspetasi masyarakat tersebut memungkinkan terjadinya demand pull inflation ataupun cost push inflation, namun masih tergantung pada harapan masyarakat dan kondisi stok barang dan juga faktor relevansi produksi waktu itu dan waktu mendatang.

  1. Kekacauan ekonomi dan politik

Jika suatu Negara dalam kondisi yang tidak aman, maka harga barang akan cenderung mahal, kondisi ini pernah terjadi di Indonesia ketika terjadi kekacauan politik dan ekonomi pada tahun 1998. Pada masa itu level inflasi Indonesia mencapai 70 persen padahal level inflasi yang normal seharunya hanya berkisar antara 3 hingga 4 persen

Baca juga :

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *