Anjuran Memperbaiki Wudhu dalam Islam, Tata Cara, Niat, dan Keutamaannya


Samudrapikiran.com – Wudu merupakan salah satu bentuk bersuci yang memiliki kedudukan penting dalam kehidupan seorang Muslim. Selain menjadi bagian dari persiapan sebelum melaksanakan salat, wudu juga mengajarkan umat Islam untuk menjaga kebersihan diri sekaligus menjalankan tuntunan syariat.
Dalam kondisi tertentu, seorang Muslim dianjurkan untuk memperbarui wudu atau tajdidul wudu, meskipun wudu sebelumnya masih belum batal. Amalan tersebut menjadi salah satu bentuk upaya menjaga kesucian sekaligus menghidupkan sunnah Nabi Muhammad SAW.
Hadis yang diriwayatkan Imam Tirmidzi menjelaskan keutamaan orang yang berwudu dalam keadaan masih suci. Dalam hadis tersebut disebutkan bahwa orang yang memperbarui wudunya akan mendapatkan catatan sepuluh kebaikan.
Imam Nawawi juga menjelaskan bahwa memperbarui wudu termasuk amalan sunnah yang dianjurkan. Kebiasaan tersebut dapat menjadi bagian dari persiapan seorang Muslim untuk beribadah sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sunnah Rasulullah SAW.
Seseorang tetap diperbolehkan melaksanakan beberapa salat menggunakan satu wudu selama wudu tersebut belum batal. Namun, ketika wudu diperbarui, terdapat keutamaan tersendiri sebagai amalan sunnah.
Para sahabat juga dikenal memiliki perhatian terhadap kebiasaan menjaga kesucian. Abdullah bin Umar, misalnya, disebut terbiasa memperbarui wudu pada pergantian waktu salat.
Memahami Tajdidul Wudu dalam Islam
Tajdidul wudu pada dasarnya adalah melakukan wudu kembali ketika seseorang masih berada dalam keadaan suci. Praktik ini berbeda dengan wudu wajib yang dilakukan setelah seseorang mengalami hal yang membatalkan wudu.
Tujuan memperbarui wudu bukan karena wudu sebelumnya sudah tidak sah, melainkan untuk menjaga kesucian dan memperoleh keutamaan dari amalan sunnah.
Kebiasaan tersebut juga dapat menjadi pengingat bahwa persiapan sebelum salat memiliki nilai penting. Wudu yang dilakukan secara teliti membantu seseorang memasuki ibadah dalam kondisi yang lebih siap secara fisik maupun spiritual.
Karena itu, memahami ketentuan wudu tetap menjadi hal penting. Kesalahan dalam membasuh anggota wudu dapat menyebabkan bagian yang seharusnya terkena air justru terlewat.
Tata Cara Memperbarui Wudu
Pelaksanaan tajdidul wudu mengikuti tata cara wudu sebagaimana yang telah ditetapkan dalam syariat. Pemahaman mengenai rukun dan syarat sah wudu menjadi dasar agar proses bersuci dilakukan dengan benar.
Syekh Wahbah Zuhaili menjelaskan perbedaan antara ghasl atau membasuh dan mash atau mengusap pada anggota wudu.
Membasuh berarti mengalirkan air hingga mengenai anggota tubuh yang diperintahkan untuk dibasuh. Sementara itu, mengusap dilakukan dengan tangan yang basah pada bagian yang memang diperintahkan untuk diusap.
Pastikan Air Merata pada Anggota Wudu
Salah satu kesalahan yang dapat terjadi dalam berwudu adalah tidak meratakan air pada seluruh bagian yang wajib terkena basuhan.
Area seperti siku, tumit, serta sela-sela jari tangan dan kaki perlu diperhatikan secara khusus. Jangan sampai terdapat bagian yang kering ketika proses wudu telah selesai.
Lapisan yang menghalangi air mencapai kulit juga perlu dibersihkan terlebih dahulu. Cat kuku, misalnya, dapat menjadi penghalang apabila menutupi bagian yang harus terkena air.
Ketelitian tersebut penting karena wudu merupakan bagian dari persiapan untuk ibadah yang memiliki ketentuan tertentu.
Menggunakan Air yang Memenuhi Ketentuan Bersuci
Air yang digunakan untuk wudu juga perlu memenuhi ketentuan kesucian dalam syariat.
Rasulullah SAW mengingatkan bahwa Allah SWT adalah Zat Yang Maha Baik dan menerima sesuatu yang baik. Karena itu, seorang Muslim perlu memperhatikan sumber dan kondisi air yang digunakan untuk bersuci.
Naskah sumber juga menekankan pentingnya menghindari penggunaan air yang diperoleh melalui cara yang tidak dibenarkan, seperti air hasil pencurian, maupun air yang tercampur dengan unsur haram sehingga tidak lagi memenuhi ketentuan untuk bersuci.
Dengan memperhatikan sumber air dan tata cara penggunaannya, proses wudu dapat dilakukan dengan lebih hati-hati.
Berkumur dan Membersihkan Hidung dalam Wudu
Selain bagian yang menjadi rukun, terdapat pula sejumlah amalan sunnah yang dapat dilakukan ketika berwudu. Dua di antaranya adalah madmadah, yaitu berkumur, dan istinsyaq, yakni memasukkan air ke dalam hidung.
Rasulullah SAW memberikan contoh penggunaan air dari satu telapak tangan untuk berkumur sekaligus membersihkan hidung. Praktik tersebut menjadi bagian dari kesempurnaan tata cara bersuci.
Dari sisi kebersihan, berkumur dan membersihkan hidung juga membantu menghilangkan debu maupun kotoran yang terdapat pada area tersebut. Pelaksanaannya tetap perlu dilakukan secara wajar dan tidak berlebihan.
Manfaat Wudu bagi Kebersihan dan Kesehatan
Wudu memiliki tujuan utama sebagai ibadah dan bersuci. Namun, aktivitas membasuh sejumlah bagian tubuh secara rutin juga berkaitan dengan kebersihan fisik.
Naskah sumber menyebut kajian Fakultas Kedokteran UII yang menjelaskan bahwa basuhan air dingin dapat membantu menjaga kelembapan kulit. Sentuhan air pada permukaan tubuh juga dikaitkan dengan rasa segar dan efek relaksasi setelah menjalani aktivitas.
Praktik istinsyaq turut dikaitkan dengan kebersihan rongga hidung. Naskah sumber mencantumkan penelitian Universitas Alexandria yang mengamati kondisi kebersihan hidung pada orang yang rutin berwudu.
Meski demikian, manfaat tersebut sebaiknya dipahami sebagai aspek kebersihan dan kesehatan yang dapat menyertai aktivitas wudu, bukan sebagai pengganti pemeriksaan atau perawatan medis.
Membersihkan Sela-Sela Jari
Menyela atau membersihkan sela-sela jari tangan dan kaki juga menjadi bagian yang perlu diperhatikan dalam proses wudu.
Selain memastikan air menjangkau bagian tersebut, gerakan lembut ketika membersihkan sela-sela jari dapat memberikan rasa nyaman pada tangan dan kaki.
Naskah sumber juga mengaitkan aktivitas tersebut dengan kelancaran sirkulasi darah perifer serta efek relaksasi pada telapak kaki. Namun, tujuan utama tindakan tersebut tetap berkaitan dengan kesempurnaan proses bersuci sesuai tuntunan agama.
Baca juga:











