Warta

IAI Al-Ikhlash Kuningan Resmi Berdiri, Buka Empat Program Studi Berbasis Pendidikan Islam

Samudrapikiran.com – Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash Kuningan memasuki babak baru dalam pengembangan pendidikan dengan resmi berdirinya Institut Agama Islam (IAI) Al-Ikhlash Kuningan, Jawa Barat.

Perguruan tinggi tersebut resmi diperkenalkan kepada publik melalui Grand Launching yang digelar di Kampus IAI Al-Ikhlash Kuningan, Rabu (2/9). Kehadiran institut ini menjadi hasil dari perjalanan panjang yang telah dimulai lembaga sejak 2004.

Legalitas pendirian IAI Al-Ikhlash Kuningan ditandai dengan terbitnya Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 531 Tahun 2026. Momentum tersebut sekaligus menjadi penanda dimulainya pengembangan pendidikan tinggi yang tetap mempertahankan keterkaitan dengan tradisi pesantren.

Sekitar 500 peserta dan undangan menghadiri acara tersebut. Mereka berasal dari berbagai unsur, mulai dari Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Kuningan, perwakilan Kopertais Wilayah II Jawa Barat, Dinas Kabupaten Kuningan, Kementerian Agama Kabupaten Kuningan, hingga jajaran rektor perguruan tinggi se-Kabupaten Kuningan.

Sejumlah alumni Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash dan tokoh masyarakat juga turut hadir dalam peresmian tersebut. Kehadiran tamu dari luar negeri turut memberikan nuansa internasional pada agenda peluncuran.

Tokoh yang hadir yakni Prof. Dr. Muhammad Ali Belao, Chairman of IMAM Academic Manchester, Inggris (UK).

Pendidikan Tinggi Tetap Berakar pada Pesantren

Rektor IAI Al-Ikhlash Kuningan, Dr. KH. M. Tata Taufik, M.Ag., mengatakan pendirian institut merupakan bagian dari perjalanan panjang lembaga dalam membangun akses pendidikan.

Ia menyampaikan, pengembangan pendidikan dilakukan secara bertahap mulai dari pesantren hingga kini berkembang menjadi perguruan tinggi. Menurutnya, keberadaan IAI Al-Ikhlash Kuningan diarahkan untuk menjawab kebutuhan masyarakat terhadap akses pendidikan tinggi di wilayah Kuningan.

“Melalui jalur pendidikan, mulai dari pesantren hingga kini berdiri Perguruan Tinggi, fokus utama kami adalah mempermudah akses pendidikan tinggi di Kuningan. Kami berfokus pada Ilmu-ilmu Islam dan Pendidikan agar tetap tersambung kuat dengan akar pesantren,” ujar Dr. KH. M. Tata Taufik.

Arah tersebut kemudian diterjemahkan melalui empat program studi yang dibuka IAI Al-Ikhlash Kuningan. Keempatnya adalah Manajemen Pendidikan Islam (MPI), Pendidikan Agama Islam (PAI), Pendidikan Bahasa Inggris (PBI), serta Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT).

Program studi tersebut menjadi fondasi awal pengembangan akademik institut. Lembaga juga menargetkan lulusan yang memiliki kualitas akademik, kemampuan berinovasi, serta mampu menerapkan keilmuan melalui kerja nyata.

Dengan pilihan bidang tersebut, IAI Al-Ikhlash Kuningan membawa kombinasi antara kajian keislaman, pendidikan, dan penguasaan bahasa. Pada saat yang sama, identitas pesantren tetap menjadi bagian penting dari arah pengembangan institusi.

Peluncuran Kampus Diiringi Kerja Sama Internasional

Grand Launching IAI Al-Ikhlash Kuningan tidak hanya menjadi agenda peresmian kampus. Kegiatan tersebut juga dimanfaatkan untuk membangun jejaring kerja sama dengan lembaga pendidikan dan keagamaan di tingkat internasional.

Salah satu agenda utama adalah penandatanganan nota kesepahaman atau MoU antara perguruan tinggi se-Kabupaten Kuningan dengan IMAM Foundation UK.

Kerja sama tersebut diarahkan pada sejumlah bidang, antara lain pengembangan pendidikan tinggi, manajemen masjid, pelatihan imam, serta pelatihan khutbah. Kerja sama itu juga ditegaskan berada dalam ranah non-politik.

Kehadiran Prof. Dr. Muhammad Ali Belao dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya mempertemukan pengembangan pendidikan tinggi di Kuningan dengan jejaring akademik dan keagamaan internasional.

Agenda berikutnya adalah prosesi penabuhan gong yang menjadi simbol resmi dibukanya operasional IAI Al-Ikhlash Kuningan.

Prosesi tersebut menjadi salah satu titik penting dalam rangkaian acara karena menandai perubahan status lembaga dari cita-cita yang telah dirintis selama bertahun-tahun menjadi perguruan tinggi yang mulai menjalankan operasionalnya.

Daurah Imam dan Khotib Libatkan Utusan MUI

Selain peluncuran institut dan penandatanganan kerja sama, Grand Launching juga diisi dengan agenda Daurah Internasional.

Kegiatan tersebut menghadirkan Daurah Khotib wa Imam yang diikuti utusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kecamatan se-Kabupaten Kuningan.

Prof. Ali Belao dan Dr. KH. M. Tata Taufik, M.Ag., menjadi pemateri utama dalam sesi tersebut. Agenda ini menjadi bagian dari rangkaian kegiatan yang menghubungkan pendidikan tinggi dengan kebutuhan penguatan kapasitas keagamaan di tengah masyarakat.

Di waktu yang sama, digelar pula sesi sinergi alumni Pondok Pesantren Modern Al-Ikhlash. Pertemuan tersebut diarahkan untuk melakukan pemetaan program kerja nyata yang dapat mendukung pengembangan IAI Al-Ikhlash Kuningan.

Keterlibatan alumni menjadi salah satu bagian dari strategi penguatan institusi. Jejaring alumni diharapkan dapat menjadi bagian dari dukungan terhadap program-program yang akan dikembangkan kampus.

Dewan Kurator Dikukuhkan

Rangkaian Grand Launching kemudian ditutup dengan sejumlah agenda kelembagaan. Salah satunya adalah pengukuhan Dewan Kurator IAI Al-Ikhlash Kuningan.

Selain itu, panitia juga melaksanakan penyerahan cinderamata dan pembacaan komitmen alumni sebelum seluruh rangkaian acara ditutup secara resmi.

Berdirinya IAI Al-Ikhlash Kuningan menambah pilihan pendidikan tinggi Islam bagi masyarakat di Kabupaten Kuningan. Institut tersebut membawa visi pengembangan pendidikan yang tidak terlepas dari lingkungan pesantren sebagai tempat awal perjalanan lembaga.

Dengan empat program studi yang telah dibuka serta agenda kerja sama dan penguatan jejaring, IAI Al-Ikhlash Kuningan menempatkan pengembangan pendidikan dan ilmu-ilmu Islam sebagai bagian utama perjalanan institusi.

Semangat tersebut dirangkum dalam semboyan yang diusung kampus, yakni “Ikhlash Mengabdi, Cerdas Berinovasi.”

Sebelumnya

Yaumul Ba’ats: Pengertian Hari Kebangkitan, Tahapan Peristiwa, dan Dalilnya dalam Alquran

Selanjutnya

7 Sifat Istri yang Perlu Dihindari karena Bisa Mengurangi Keberkahan Rezeki Suami Menurut Islam

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Samudrapikiran.com