SamudraPikiran.com – Mengenal Lebih Dalam Apa Itu Kurikulum dalam Pendidikan?. Ketika berbicara tentang pendidikan, salah satu komponen penting yang tak boleh dilewatkan adalah ‘kurikulum’. Namun, apakah kita semua benar-benar memahami apa yang dimaksud dengan kurikulum? Mari kita selami lebih dalam.

Definisi Kurikulum

Dalam lingkup pendidikan, kurikulum dapat dilihat sebagai ‘jalur lomba’ yang harus ditempuh oleh pelari, seperti yang diilustrasikan dalam analogi “race course, a place for running a chariot”. Dengan kata lain, kurikulum adalah panduan yang mengatur perjalanan pendidikan seorang siswa.

Dari etimologinya, kata ‘kurikulum’ berasal dari bahasa Latin, yaitu ‘curere’, yang berarti alat pacu dalam dunia atletik. Namun, dalam konteks pendidikan Indonesia, Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Indonesia. Berdasarkan Undang-Undang No. 20 Tahun 2003 mengenai Sistem Pendidikan Nasional, kurikulum adalah seperangkat rencana dan pengaturan mengenai tujuan, isi, dan bahan pelajaran serta cara yang digunakan sebagai pedoman penyelenggaraan kegiatan pembelajaran untuk mencapai tujuan pendidikan

Dua dimensi utama penyusun kurikulum adalah rencana dan pengaturan pembelajaran serta metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar. Dalam pandangan klasik, kurikulum lebih ditekankan sebagai rencana pembelajaran, sedangkan pandangan modern menganggap kurikulum sebagai suatu pengalaman nyata dalam proses pendidikan.

.

Dari definisi tersebut, kita bisa menyimpulkan bahwa ada dua aspek utama dalam kurikulum. Yang pertama adalah desain dan arahan dari proses pembelajaran, dan yang kedua adalah metode yang digunakan dalam proses belajar mengajar.

Secara tradisional, kurikulum dilihat sebagai rencana belajar yang diterapkan di sekolah, meliputi materi, pelajaran, indikator penilaian, dan sumber belajar. Namun, dari perspektif modern, kurikulum lebih dipahami sebagai pengalaman yang diperoleh selama proses pendidikan.

Pengertian Kurikulum Menurut Para Ahli

Seiring berjalannya waktu, banyak ahli pendidikan yang memberikan definisi tentang kurikulum, di antaranya:

  1. Ralph Tyler (1949): Kurikulum melibatkan tujuan pendidikan, pengalaman belajar yang diberikan untuk mencapai tujuan tersebut, cara mengatur pengalaman belajar, serta penanda bahwa tujuan telah tercapai.
  2. James B McDonald (1964): Kurikulum terkait dengan empat model sistem pendidikan, yaitu kurikulum itu sendiri, instruksi, pengajaran, dan proses belajar.
  3. Mauritz Johnson (1967): Kurikulum adalah serangkaian tujuan belajar yang telah diatur dengan baik.
  4. Jack R Frymier (1967): Ada tiga elemen dasar dalam kurikulum: pelaku, isi, dan proses pelaksanaan.
  5. Murray Print: Kurikulum mencakup perencanaan pengalaman belajar dan implementasinya.
  6. J Galen Saylor & William M Alexander (1956): Kurikulum adalah serangkaian materi ajar yang harus dipelajari oleh siswa.
  7. Harold Alberty (1965): Kurikulum mencakup seluruh kegiatan yang disediakan oleh sekolah untuk siswa.
  8. Hilda Taba (1962): Kurikulum adalah rencana pembelajaran.
  9. J. Lloyd Trump dan Delmas F Miller (1973): Kurikulum mencakup semua yang mempengaruhi proses belajar.
  10. John Foxton Kerr (1968): Kurikulum mencakup semua pembelajaran yang direncanakan.
  11. Peter F Olivia (1982): Kurikulum adalah rencana untuk semua pengalaman yang diterima oleh siswa di sekolah.
  12. Hamid Hasan dalam Hernawan (2008): Menggambarkan kurikulum dalam empat dimensi: ide, rencana tertulis, implementasi, dan hasil dari pembelajaran.

Kesimpulan

Kurikulum memegang peranan penting dalam dunia pendidikan. Dengan pemahaman yang mendalam tentang kurikulum, kita dapat memastikan bahwa proses pendidikan berjalan efektif dan memberikan hasil yang optimal bagi perkembangan siswa. Dengan pesatnya perkembangan zaman seorang pendidik juga di tuntut untuk selalu mengkuti berita seputar pendidikan indonesia yang dikeluarkan oleh pemerintah dengan begitu maka tujuan pendidikan Nasional dapat tercapai

Bagikan:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *