Kajian Islam

Pengertian Ilmu, Tashawwur, dan Tashdiq dalam Ilmu Mantiq, Lengkap dengan Pembagian dan Contohnya

Samudrapikiran.com – Ilmu mantiq merupakan salah satu cabang ilmu yang berfungsi sebagai alat untuk melatih cara berpikir secara benar, sistematis, dan logis. Dalam disiplin ini terdapat sejumlah konsep dasar yang wajib dipahami sebelum mempelajari materi yang lebih kompleks, di antaranya adalah pengertian ilmu, tashawwur, dan tashdiq.

Ketiga istilah tersebut saling berkaitan dan menjadi fondasi penting dalam memahami proses seseorang memperoleh pengetahuan. Dengan memahami konsep ini, pelajar akan lebih mudah membedakan antara sekadar mengenali suatu objek dengan memahami hubungan antarobjek secara benar.

Pengertian Ilmu Menurut Ahli Mantiq

Dalam kitab Sullam al-Munawraq (السلم المنورق), ilmu dijelaskan sebagai pengetahuan seseorang terhadap sesuatu, baik berupa keyakinan yang pasti maupun dugaan (zhann), terlepas apakah sesuai dengan kenyataan ataupun tidak.

Sebagai ilustrasi, seseorang melihat bayangan dari kejauhan lalu meyakini bahwa objek tersebut adalah manusia. Jika keyakinan itu benar sesuai kenyataan, maka pengetahuan tersebut termasuk ilmu yang benar.

Sebaliknya, apabila seseorang hanya menduga bahwa bayangan tersebut adalah manusia dan ternyata memang benar, maka pengetahuan tersebut juga masih termasuk kategori ilmu dalam bentuk zhann yang sesuai dengan kenyataan.

Namun, apabila keyakinan atau dugaan tersebut ternyata tidak sesuai dengan fakta, maka pengetahuan itu termasuk ilmu yang keliru atau dugaan yang salah.

Secara sederhana, ilmu dapat dipahami sebagai kumpulan pengetahuan yang tersusun secara sistematis mengenai suatu bidang tertentu sehingga dapat digunakan sebagai dasar memahami berbagai persoalan.

Pembagian Ilmu dalam Ilmu Mantiq

Para ulama membagi ilmu menjadi dua kelompok utama, yaitu:

1. Ilmu Qadim

Ilmu qadim adalah ilmu yang bersifat azali dan hanya dimiliki oleh Allah SWT. Ilmu ini tidak didahului oleh ketidaktahuan serta tidak mengalami perubahan.

2. Ilmu Hadits

Ilmu hadits merupakan pengetahuan yang dimiliki oleh seluruh makhluk. Pengetahuan ini diperoleh melalui proses belajar, pengalaman, pengamatan, maupun pemikiran sehingga bersifat baru dan dapat berkembang.

Memahami Pengertian Tashawwur

Setelah memahami konsep ilmu, pembahasan berikutnya adalah mengenai tashawwur.

Tashawwur merupakan pemahaman terhadap hakikat atau makna suatu kata tanpa disertai penilaian benar maupun salah. Dengan kata lain, seseorang hanya mengenali konsep suatu objek.

Misalnya seseorang memahami arti kata:

  • manusia,
  • rumah,
  • pohon,
  • gunung,
  • laut.

Pada tahap ini, seseorang hanya mengetahui makna istilah tersebut tanpa memberikan kesimpulan atau hubungan tertentu.

Karena itulah tashawwur sering disebut sebagai konsepsi atau gambaran awal terhadap suatu objek.

Apa Itu Tashdiq?

Berbeda dengan tashawwur, tashdiq merupakan pemahaman terhadap hubungan (nisbat) antara dua hal sehingga menghasilkan suatu penilaian atau keputusan.

Contohnya antara lain:

  • air laut memiliki rasa asin,
  • langit berada di atas bumi,
  • api bersifat panas.

Pada contoh tersebut, seseorang tidak hanya mengetahui arti “laut” atau “asin”, tetapi juga memahami hubungan antara keduanya sehingga menghasilkan sebuah pernyataan.

Oleh sebab itu, tashdiq sering diartikan sebagai persepsi atau pembenaran terhadap suatu hubungan.

Hubungan Antara Tashawwur dan Tashdiq

Dalam kajian ilmu mantiq, tashawwur selalu menjadi dasar sebelum seseorang mencapai tashdiq.

Seseorang tidak mungkin memahami pernyataan “air laut itu asin” apabila sebelumnya belum mengetahui makna kata “air”, “laut”, maupun “asin”.

Dengan demikian, urutan pemahaman berlangsung sebagai berikut:

  1. mengenal konsep suatu objek (tashawwur),
  2. memahami hubungan antarobjek (tashdiq).

Semakin baik pemahaman terhadap tashawwur, semakin besar pula peluang seseorang memperoleh tashdiq yang benar.

Ilmu Nazhari dan Ilmu Dharuri

Sebelum membahas pembagian tashawwur dan tashdiq, terdapat dua istilah penting yang perlu dipahami.

Ilmu Nazhari

Ilmu nazhari adalah pengetahuan yang diperoleh melalui proses berpikir, analisis, penelitian, atau perenungan.

Pemahaman jenis ilmu ini membutuhkan usaha intelektual sehingga tidak dapat diperoleh secara spontan.

Ilmu Dharuri

Sebaliknya, ilmu dharuri merupakan pengetahuan yang dapat diketahui secara langsung tanpa memerlukan proses analisis yang panjang.

Pengetahuan ini biasanya bersifat spontan dan mudah dipahami oleh akal.

Pembagian Tashawwur

Tashawwur dibedakan menjadi dua macam.

Tashawwur Nazhari

Jenis ini membutuhkan proses berpikir dan analisis sebelum seseorang benar-benar memahami hakikat suatu objek.

Contohnya meliputi:

  • hakikat ruh,
  • listrik,
  • telepon,
  • radio,
  • televisi.

Pemahaman terhadap benda-benda tersebut memerlukan penjelasan ilmiah sehingga tidak cukup hanya dengan pengamatan sederhana.

Tashawwur Dharuri

Sebaliknya, tashawwur dharuri merupakan pemahaman yang muncul secara langsung tanpa proses analisis mendalam.

Contohnya adalah memahami makna:

  • lapar,
  • haus,
  • panas,
  • dingin.

Pengalaman sehari-hari membuat seseorang dapat memahami konsep tersebut secara otomatis.

Pembagian Tashdiq

Sebagaimana tashawwur, tashdiq juga dibedakan menjadi dua kelompok.

Tashdiq Nazhari

Tashdiq nazhari memerlukan proses berpikir sebelum seseorang dapat menerima suatu kesimpulan.

Contohnya:

  • alam semesta merupakan makhluk yang baru,
  • manusia yang telah meninggal akan dibangkitkan kembali.

Kesimpulan tersebut dipahami melalui kajian, dalil, maupun proses penalaran yang mendalam.

Tashdiq Dharuri

Jenis ini merupakan pengetahuan yang dapat diterima secara langsung oleh akal.

Contohnya:

  • satu benda tidak mungkin berada di dua tempat pada waktu yang sama.

Pernyataan tersebut dapat dipahami tanpa memerlukan pembuktian yang rumit karena telah sesuai dengan logika dasar manusia.

Mengapa Konsep Ini Penting Dipelajari?

Konsep ilmu, tashawwur, dan tashdiq bukan sekadar teori dalam ilmu mantiq. Ketiganya menjadi fondasi penting dalam menyusun cara berpikir yang runtut, objektif, dan sistematis.

Pemahaman terhadap konsep tersebut membantu seseorang:

  • membedakan antara mengenal objek dan menilai objek,
  • menyusun argumentasi secara logis,
  • menghindari kesalahan dalam mengambil kesimpulan,
  • meningkatkan kemampuan berpikir kritis dalam berbagai disiplin ilmu.

Karena itu, pembelajaran ilmu mantiq tidak hanya bermanfaat bagi pelajar bahasa Arab, tetapi juga menjadi bekal penting dalam memahami ilmu-ilmu keislaman maupun ilmu pengetahuan secara umum.

Sebelumnya

Mengenal Al-Mabadi' al-'Asyrah, 10 Prinsip Dasar Ilmu Shorof sebagai Fondasi Memahami Bahasa Arab

Selanjutnya

Syarat Masuk PPI Madiun 2026 Lengkap: Panduan Pendaftaran, Tahapan Seleksi, hingga Tips Lolos Jadi Taruna

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Samudrapikiran.com