Tekno

10 AI Paling Pintar di Dunia Tahun 2026, Siapa yang Menempati Posisi Pertama?

Sumber Gambar : Kompas

Wisatarakyat.com – Perkembangan teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) semakin menunjukkan kemajuan yang luar biasa. Tidak hanya mampu menghasilkan teks, gambar, dan video, sejumlah model AI kini juga menunjukkan kemampuan penalaran yang semakin mendekati manusia.

Salah satu indikator yang sering digunakan untuk mengukur kemampuan berpikir logis adalah tes IQ. Berdasarkan pengujian yang dilakukan TrackingAI menggunakan Mensa Norway IQ Test hingga April 2026, sejumlah model AI berhasil mencatat skor IQ yang mengesankan.

Menariknya, hasil pengujian tersebut memperlihatkan persaingan ketat antara model AI dari berbagai perusahaan teknologi besar seperti OpenAI, Google, xAI, Meta, hingga Alibaba.

AI dengan Skor IQ Tertinggi Tahun 2026

Dalam daftar terbaru, dua model AI berhasil berbagi posisi puncak dengan skor yang sama. Keduanya adalah versi AI yang memiliki kemampuan vision atau pemahaman visual.

Berikut daftar 10 AI dengan skor IQ tertinggi berdasarkan pengujian tersebut:

1. xAI Grok-4.20 Expert Mode (Vision) – IQ 145

Model AI besutan xAI ini menempati posisi teratas dengan skor IQ 145. Kemampuan memahami gambar dan pola visual menjadi salah satu faktor utama yang mendukung pencapaiannya.

2. OpenAI GPT 5.4 Pro (Vision) – IQ 145

Berada sejajar dengan Grok-4.20 Expert Mode (Vision), GPT 5.4 Pro versi vision juga meraih skor IQ 145. Hasil ini menunjukkan kemampuan analisis visual yang sangat kuat dalam menyelesaikan soal-soal berbasis pola.

3. Google Gemini 3.1 Pro Preview (Vision) – IQ 141

Google Gemini versi vision berhasil mengamankan posisi ketiga dengan skor IQ 141. Performa ini memperlihatkan kemampuan penalaran visual yang kompetitif di antara model AI papan atas.

4. OpenAI GPT 5.4 Thinking (Vision) – IQ 139

Versi Thinking dengan dukungan vision dari OpenAI menempati peringkat keempat. Skor 139 menunjukkan kemampuan tinggi dalam memahami hubungan antarobjek dan pola visual.

5. OpenAI GPT 5.3 – IQ 136

Meski bukan model vision, GPT 5.3 tetap mampu menembus lima besar dengan skor IQ 136.

6. xAI Grok-4.20 Expert Mode – IQ 133

Versi non-vision dari Grok-4.20 Expert Mode mencatat skor IQ 133 dan masih masuk dalam kelompok AI dengan kemampuan penalaran terbaik.

7. OpenAI GPT 5.4 Thinking – IQ 133

Model ini memperoleh skor yang sama dengan Grok-4.20 Expert Mode non-vision, menunjukkan performa yang relatif seimbang.

8. Meta AI Muse Spark – IQ 133

AI milik Meta juga berhasil masuk jajaran elite dengan skor IQ 133.

9. Google Gemini 3.1 Pro Preview – IQ 132

Versi standar Gemini 3.1 Pro Preview mencatat skor IQ 132, hanya terpaut satu poin dari beberapa pesaing di atasnya.

10. Alibaba Qwen 3.5 – IQ 130

Posisi terakhir dalam daftar 10 besar ditempati Qwen 3.5 dari Alibaba dengan skor IQ 130.

AI Populer yang Belum Masuk 10 Besar

Selain sepuluh model teratas, pengujian ini juga mencatat sejumlah AI populer yang cukup dikenal pengguna internet.

Claude 4.6 Opus dari Anthropic memperoleh skor IQ 130, setara dengan batas bawah daftar 10 besar. Sementara itu, DeepSeek R1 mencatat skor IQ 112.

Di sisi lain, Bing Copilot mendapatkan skor IQ 101. Adapun Perplexity yang belakangan semakin populer mencatat skor IQ 97 dalam pengujian tersebut.

Mengapa AI Vision Mendominasi Peringkat?

Salah satu temuan menarik dari pengujian ini adalah dominasi model AI yang memiliki kemampuan vision.

Model vision mampu melihat dan memahami gambar secara langsung, sehingga dapat menganalisis pola visual dengan lebih akurat. Kemampuan ini menjadi keuntungan besar dalam tes IQ yang banyak mengandalkan pengenalan bentuk, simbol, dan hubungan antarobjek.

Sebaliknya, model yang tidak memiliki fitur vision hanya menerima deskripsi teks dari gambar yang sama. Proses ini membuat sebagian informasi visual harus diterjemahkan terlebih dahulu sebelum dianalisis.

Bagaimana Cara Tes IQ AI Dilakukan?

Pengujian menggunakan Mensa Norway IQ Test yang terdiri dari 35 soal pengenalan pola visual. Setiap soal dirancang untuk mengukur kemampuan logika, penalaran, dan identifikasi hubungan antar bentuk.

Dalam pelaksanaannya, sebanyak 26 model AI diuji menggunakan soal yang sama.

Model AI yang memiliki kemampuan memahami gambar diberikan soal dalam bentuk visual asli, sama seperti yang diterima manusia. Sementara itu, model non-vision mendapatkan versi teks yang menjelaskan isi gambar tersebut.

Ada pula aturan khusus dalam pengujian. Jika sebuah AI menolak menjawab atau tidak memberikan respons, pertanyaan yang sama akan diulang hingga 10 kali. Jawaban terakhir yang diberikan kemudian digunakan sebagai hasil resmi.

Apakah AI Sudah Lebih Pintar dari Einstein?

Meskipun sejumlah model AI berhasil mencatat skor yang sangat tinggi, hasil tersebut masih berada di bawah perkiraan skor IQ Albert Einstein yang sering disebut mencapai angka 160.

Artinya, berdasarkan hasil pengujian ini, belum ada model AI yang mampu melampaui angka tersebut. Namun, perkembangan AI yang sangat cepat menunjukkan bahwa kemampuan penalaran mesin terus meningkat dari tahun ke tahun.

Dengan hadirnya model-model baru yang semakin canggih, persaingan dalam dunia kecerdasan buatan diperkirakan akan semakin menarik untuk diikuti pada masa mendatang.

Baca Juga : 

Sebelumnya

Lengkap! Jadwal Pendaftaran, Tes CBT, dan Lapor Diri MTsN-MAN DKI Jakarta 2026

Selanjutnya

Cara Melihat Daftar Kampus yang Menerima Mahasiswa Disabilitas

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Samudrapikiran.com