Tashrif Lughawi Fi’il Madhi: Pengertian, Rumus, dan Contoh Lengkap
Samudrapikiran.com – Tashrif lughawi fi’il madhi merupakan salah satu materi penting dalam ilmu shorof yang wajib dipahami oleh para pembelajar bahasa Arab. Pembahasan ini biasanya mulai dikenalkan pada tahap lanjutan, setelah memahami konsep dasar perubahan kata dalam bahasa Arab.
Artikel ini akan mengulas secara lengkap mulai dari pengertian, perbedaan dengan tashrif istilahi, hingga rumus dan contoh penerapannya dalam berbagai bentuk fi’il.
Pengertian Tashrif Lughawi
Tashrif lughawi adalah perubahan bentuk kata yang tetap dalam satu jenis, tetapi mengalami penyesuaian berdasarkan kata ganti (isim dhomir), jenis kelamin, dan jumlah.
Hal ini berbeda dengan tashrif istilahi yang berfokus pada perubahan bentuk kata dari satu jenis ke jenis lainnya, seperti:
- fi’il madhi ke fi’il mudhori
- fi’il ke isim fa’il
- fi’il ke isim maf’ul
- dan bentuk turunan lainnya
Sementara itu, tashrif lughawi hanya mengubah bentuk kata berdasarkan:
- pelaku (kata ganti)
- jenis (mudzakkar atau muannats)
- jumlah (mufrod, mutsanna, atau jamak)
Jumlah Bentuk dalam Tashrif Lughawi
Dalam bahasa Arab, terdapat 14 isim dhomir, sehingga:
- fi’il madhi memiliki 14 bentuk tashrif
- fi’il mudhori juga memiliki 14 bentuk
- fi’il amr dan nahi hanya memiliki 6 bentuk karena hanya untuk orang kedua
Rumus Dasar Tashrif Fi’il Madhi
Untuk memahami tashrif lughawi, biasanya digunakan pola dasar:
فَعَلَ (fa’ala)
Dari pola ini, bentuk-bentuk lain dikembangkan sesuai dengan isim dhomir.
1. Tashrif untuk Dhomir Ghaib (Orang Ketiga)
Mudzakkar (Laki-laki)
- فَعَلَ (fa’ala) → dia (laki-laki)
- فَعَلاَ (fa’alaa) → mereka berdua
- فَعَلُوْا (fa’aluu) → mereka (jamak)
Muannats (Perempuan)
- فَعَلَتْ (fa’alat) → dia (perempuan)
- فَعَلَتَا (fa’alataa) → mereka berdua
- فَعَلْنَ (fa’alna) → mereka (jamak)
2. Tashrif untuk Dhomir Mukhatab (Orang Kedua)
Mudzakkar
- فَعَلْتَ (fa’alta) → kamu (laki-laki)
- فَعَلْتُمَا (fa’altumaa) → kalian berdua
- فَعَلْتُمْ (fa’altum) → kalian (jamak)
Muannats
- فَعَلْتِ (fa’alti) → kamu (perempuan)
- فَعَلْتُمَا (fa’altumaa) → kalian berdua
- فَعَلْتُنَّ (fa’altunna) → kalian (perempuan)
3. Tashrif untuk Dhomir Mutakallim (Orang Pertama)
- فَعَلْتُ (fa’altu) → saya
- فَعَلْنَا (fa’alnaa) → kami
Pola Ini Berlaku untuk Semua Wazan
Salah satu keunggulan tashrif lughawi adalah konsistensinya. Pola ini berlaku untuk:
- fi’il tsulatsi mujarrod (kata dasar tiga huruf)
- fi’il tsulatsi mazid
- fi’il ruba’i (empat huruf)
- seluruh wazan (hingga puluhan pola)
Artinya, bentuk akhirnya sama, yang berubah hanya harakat pada huruf awal dan tengah.
Contoh perbandingan:
فَعَلَ → فَعَلاَ → فَعَلُوْا
فَعُلَ → فَعُلاَ → فَعُلُوْا
فَعِلَ → فَعِلاَ → فَعِلُوْا
Contoh Tashrif Fi’il Madhi
- نَصَرَ (nashara – menolong)
نَصَرَ، نَصَرَا، نَصَرُوْا، نَصَرَتْ، نَصَرَتَا، نَصَرْنَ، نَصَرْتَ، نَصَرْتُمَا، نَصَرْتُمْ، نَصَرْتِ، نَصَرْتُمَا، نَصَرْتُنَّ، نَصَرْتُ، نَصَرْنَا - ضَرَبَ (dharaba – memukul)
ضَرَبَ، ضَرَبَا، ضَرَبُوْا، ضَرَبَتْ، ضَرَبَتَا، ضَرَبْنَ، ضَرَبْتَ، ضَرَبْتُمَا، ضَرَبْتُمْ، ضَرَبْتِ، ضَرَبْتُمَا، ضَرَبْتُنَّ، ضَرَبْتُ، ضَرَبْنَا - فَتَحَ (fataha – membuka)
فَتَحَ، فَتَحَا، فَتَحُوْا، فَتَحَتْ، فَتَحَتَا، فَتَحْنَ، فَتَحْتَ، فَتَحْتُمَا، فَتَحْتُمْ، فَتَحْتِ، فَتَحْتُمَا، فَتَحْتُنَّ، فَتَحْتُ، فَتَحْنَا - عَلِمَ (‘alima – mengetahui)
عَلِمَ، عَلِمَا، عَلِمُوْا، عَلِمَتْ، عَلِمَتَا، عَلِمْنَ، عَلِمْتَ، عَلِمْتُمَا، عَلِمْتُمْ، عَلِمْتِ، عَلِمْتُمَا، عَلِمْتُنَّ، عَلِمْتُ، عَلِمْنَا
Contoh Penggunaan dalam Kalimat
- عَلِمَ → Dia (laki-laki) telah mengetahui
- عَلِمْتَ → Kamu (laki-laki) telah mengetahui
- عَلِمْتِ → Kamu (perempuan) telah mengetahui
- عَلِمْنَا → Kami telah mengetahui
Fungsi Tashrif dalam Pembelajaran Bahasa Arab
Tashrif memiliki peran penting dalam:
- menentukan bentuk kata sesuai pelaku
- mempermudah penyusunan kalimat
- memperkaya kosakata secara sistematis
Dengan menguasai satu pola tashrif, seseorang dapat menerapkannya pada berbagai kata kerja lain.
Kesimpulan
Tashrif lughawi fi’il madhi adalah sistem perubahan kata kerja lampau berdasarkan isim dhomir. Polanya bersifat seragam dan konsisten, sehingga berlaku untuk seluruh jenis fi’il dan berbagai wazan.
Menguasai satu rumus tashrif lughawi akan sangat membantu dalam memahami dan menyusun kalimat bahasa Arab dengan benar dan tepat.










