Jawab Tantangan SDM Edtech Masa Depan, Unesa Hadirkan Prodi D4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital
Samudrapikiran.com – Surabaya – Universitas Negeri Surabaya (Unesa) kembali memperluas peran strategisnya dalam pengembangan sumber daya manusia bidang teknologi dengan membuka program studi sarjana terapan (D4) Rekayasa Multimedia Edukasi Digital. Program ini menjadi bagian dari Fakultas Vokasi (FV) Unesa yang dirancang untuk menjembatani kebutuhan dunia industri teknologi dengan sektor pendidikan yang kian terdigitalisasi.
Kehadiran prodi ini tidak hanya menjadi langkah akademik semata, tetapi juga representasi transformasi pendidikan tinggi dalam merespons perubahan ekosistem industri. Fokusnya tidak sebatas pada penguasaan teknologi, melainkan pada integrasi antara rekayasa digital dan pendekatan edukatif yang aplikatif di dunia nyata.
Koordinator Prodi D4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital, Nanda Nini Anggalih, menjelaskan bahwa mahasiswa akan dibekali kemampuan kreatif dan teknis dalam merancang serta mengembangkan teknologi digital berbasis pendidikan.
“Prodi baru ini menekankan pada pengembangan kompetensi atau keahlian yang dibutuhkan di dunia EdTech Industry. Mahasiswa akan diarahkan untuk merekayasa atau menghasilkan produk atau inovasi teknologi multimedia. Inovasinya bisa mencakup teknologinya (hardware atau software) atau media dan konten edukasinya,” ujar Nanda yang dikutip Detik Edu.
Secara kurikulum, proses pembelajaran dirancang bertahap dan berbasis praktik. Pada semester awal, mahasiswa akan diperkenalkan pada fondasi keilmuan rekayasa teknologi, multimedia, serta konsep dasar edukasi digital. Memasuki semester berikutnya, mahasiswa mulai diarahkan pada pembelajaran berbasis proyek yang merepresentasikan kebutuhan riil industri.
Langkah strategis pembentukan prodi ini juga diperkuat oleh kajian panjang bersama mitra industri. Unit Penjamin Mutu (UPM) Unesa, Mafrur Udhif Nofaizzi, menyebut bahwa lahirnya program studi ini merupakan hasil diskusi komprehensif antara kampus dan sektor industri edtech.
“Selama ini, banyak SDM yang hanya memiliki kemampuan teknologi di satu sisi, dan hanya memiliki kemampuan pendidikan atau edukasi di sisi lainnya. Prodi ini hadir untuk menghasilkan SDM yang memiliki kedua kompetensi itu,” tutur Mafrur.
Menurutnya, sistem perkuliahan telah disusun secara adaptif terhadap kebutuhan industri saat ini dan proyeksi masa depan. Penguatan kompetensi mahasiswa juga akan dilakukan melalui kerja sama dengan berbagai mitra industri edtech, sehingga lulusan tidak hanya unggul secara teori, tetapi juga siap secara praktik dan profesional.
Dari sisi prospek karier, lulusan D4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital memiliki peluang yang luas. Mereka dapat berkiprah sebagai perancang dan pengembang teknologi digital, kreator konten edukasi, pengelola produk multimedia, hingga learning system analyst di berbagai sektor, baik pemerintahan maupun swasta.
“Lulusannya nanti tidak hanya bisa berkarier atau bekerja di sektor industri, tetapi juga sangat berpeluang menjadi entrepreneur,” ujar Mafrur.
Sebagai informasi, program studi ini dapat diakses calon mahasiswa melalui berbagai jalur seleksi, mulai dari Seleksi Nasional Berdasarkan Prestasi (SNBP), Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT), hingga jalur seleksi mandiri Unesa.
Dengan pendekatan vokasional berbasis industri dan integrasi teknologi-edukasi, prodi D4 Rekayasa Multimedia Edukasi Digital Unesa dinilai berpotensi menjadi salah satu pusat lahirnya talenta edtech nasional yang adaptif, inovatif, dan relevan dengan kebutuhan transformasi pendidikan digital Indonesia.










