Mengenal Malaikat Hamalat Al Arsy, Pemikul Arasy yang Memohonkan Ampunan bagi Orang Beriman


Samudrapikiran.com – Keberadaan malaikat merupakan salah satu perkara gaib yang wajib diyakini oleh setiap Muslim. Makhluk Allah SWT tersebut tidak dapat dilihat dengan pancaindra manusia dalam keadaan normal, tetapi keberadaannya diterangkan melalui wahyu dan menjadi bagian penting dalam ajaran Islam.
Di antara kelompok malaikat yang memiliki kedudukan istimewa adalah Hamalat Al Arsy, atau para pemikul Arasy. Mereka mendapat tugas untuk memikul Arasy atas kehendak dan perintah Allah SWT.
Pembahasan mengenai Hamalat Al Arsy sekaligus menjadi gambaran tentang luasnya kekuasaan Allah SWT. Kemampuan manusia untuk membayangkan alam gaib sangat terbatas, sehingga berbagai keterangan tentang para malaikat semestinya semakin menumbuhkan keimanan, ketakwaan, dan kesadaran bahwa manusia merupakan makhluk yang memiliki keterbatasan.
Apa Itu Malaikat Hamalat Al Arsy?
Secara bahasa, istilah Hamalat Al Arsy dapat dipahami sebagai para pemikul atau pembawa Arasy. Istilah tersebut merujuk kepada sekelompok malaikat yang mendapatkan tugas khusus untuk memikul Arasy atas kehendak Allah SWT.
Hamalat Al Arsy bukanlah satu sosok malaikat, melainkan kelompok malaikat yang memiliki tugas tersebut. Kedudukan mereka disebutkan dalam Al Quran, salah satunya melalui Surah Al Haqqah ayat 17.
Ayat tersebut menggambarkan keadaan pada hari kiamat ketika delapan malaikat memikul Arasy Tuhan. Keterangan ini menjadi salah satu landasan penting dalam pembahasan mengenai para pemikul Arasy, khususnya berkaitan dengan jumlah mereka pada hari pembalasan.
Pembahasan mengenai Hamalat Al Arsy juga tidak dapat dilepaskan dari keyakinan terhadap perkara gaib. Karena itu, gambaran mengenai wujud dan kemampuan mereka harus dipahami berdasarkan keterangan yang bersumber dari Al Quran dan hadis, tanpa memaksakan sesuatu yang berada di luar jangkauan pengetahuan manusia.
Memiliki Kekuatan yang Sangat Besar
Salah satu gambaran yang sering dikaitkan dengan Hamalat Al Arsy adalah kekuatan mereka yang luar biasa. Tugas memikul Arasy menunjukkan bahwa Allah SWT memberikan kemampuan yang sesuai dengan tugas masing-masing malaikat.
Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan dari Jabir bin Abdullah, Rasulullah SAW memberikan gambaran mengenai salah satu malaikat pemikul Arasy. Riwayat tersebut menggambarkan ukuran tubuh malaikat yang sangat besar, hingga jarak antara daun telinga dan bahunya disebut seperti perjalanan selama 700 tahun.
Gambaran tersebut menunjukkan bahwa ukuran dan kemampuan makhluk gaib tidak dapat disamakan dengan ukuran manusia. Apa yang dianggap besar menurut ukuran manusia belum tentu memiliki ukuran yang sama dalam alam gaib.
Keterangan tersebut sekaligus mengingatkan manusia mengenai keterbatasan dirinya. Di hadapan kebesaran ciptaan Allah SWT, manusia memiliki kemampuan yang sangat terbatas untuk memahami seluruh rahasia alam semesta.
Malaikat Memiliki Sayap
Al Quran juga menjelaskan bahwa malaikat merupakan makhluk yang memiliki sayap. Dalam Surah Fatir ayat 1, Allah SWT menyebutkan bahwa para malaikat memiliki sayap dua, tiga, dan empat. Allah SWT juga berkuasa menambahkan pada ciptaan-Nya sesuai dengan kehendak-Nya.
Keterangan mengenai sayap malaikat menunjukkan karakteristik makhluk tersebut yang berbeda dari manusia. Adapun gambaran lebih spesifik mengenai bentuk atau jumlah sayap Hamalat Al Arsy tidak semestinya dipastikan melampaui keterangan yang memiliki dasar.
Dalam sejumlah penjelasan ulama, Arasy juga digambarkan memiliki keagungan dan keindahan yang luar biasa. Ada keterangan yang menggambarkan warna dominan hijau, menyerupai permata hijau yang memancarkan keindahan.
Gambaran tersebut semakin memperlihatkan kemuliaan Arasy dan para malaikat yang berada di sekelilingnya. Namun, seluruh perkara mengenai hakikat Arasy dan alam gaib tetap berada dalam pengetahuan Allah SWT.
Hamalat Al Arsy Senantiasa Bertasbih kepada Allah
Keistimewaan para pemikul Arasy tidak hanya berkaitan dengan tugas yang mereka emban. Al Quran juga menggambarkan mereka sebagai makhluk yang senantiasa bertasbih dan memuji Allah SWT.
Para malaikat dikenal sebagai makhluk yang selalu menaati perintah Allah. Mereka tidak membangkang terhadap ketetapan-Nya dan menjalankan tugas sesuai dengan apa yang diperintahkan.
Sifat tersebut menjadi salah satu perbedaan penting antara malaikat dan manusia. Manusia diberikan kehendak serta menghadapi pilihan antara menaati atau melanggar perintah Allah, sedangkan malaikat senantiasa menjalankan ketetapan yang diberikan kepada mereka.
Ketaatan Hamalat Al Arsy tersebut menjadi pelajaran penting bagi manusia agar tidak lalai dalam menjalankan kewajiban sebagai seorang Muslim.
Memohonkan Ampunan bagi Orang-Orang Beriman
Salah satu gambaran paling menyentuh mengenai Hamalat Al Arsy terdapat dalam Surah Ghafir ayat 7.
Ayat tersebut menerangkan bahwa para malaikat yang memikul Arasy dan para malaikat yang berada di sekelilingnya bertasbih dengan memuji Allah SWT. Mereka juga beriman kepada-Nya dan memohonkan ampun bagi orang-orang yang beriman.
Doa tersebut menggambarkan perhatian dan kasih sayang yang Allah SWT tunjukkan kepada hamba-hamba-Nya yang beriman. Para malaikat memohon agar Allah memberikan ampunan kepada orang-orang beriman dan menjaga mereka dari azab neraka.
Dengan demikian, Hamalat Al Arsy bukan hanya dikenal karena tugasnya yang agung, tetapi juga karena ketaatan dan doa mereka bagi orang-orang yang beriman.
Keterangan tersebut semestinya tidak membuat seorang Muslim merasa aman dari kewajiban beramal. Sebaliknya, doa para malaikat menjadi dorongan agar manusia terus memperbaiki iman, memperbanyak amal saleh, dan memohon ampun kepada Allah SWT.










