Workshop Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Ternak berdasarkan Perspektif Hukum


Samudrapikiran.com – Upaya dalam menjaga kelestarian lingkungan kembali dilakukan oleh Kelompok 111 Swakarya melalui kegiatan Workshop Pengelolaan dan Pemanfaatan Limbah Ternak: Membangun Kesadaran Masyarakat dalam Menjaga Lingkungan Berdasarkan Perspektif Hukum.
Kegiatan yang dilaksanakan pada Sabtu, 22 Agustus 2026, bertempat di Balai Dusun Tambuh, Kelurahan Songgokerto bersama Bapak Ketua RW 06, 07, dan 09 serta dihadiri oleh pihak kelurahan dan seluruh masyarakat tambuh, kegiatan ini berlangsung mulai pukul 18.50 WIB hingga pukul 21.30 WIB.
Kegiatan peternakan sapi perah di Dusun Tambuh menjadi salah satu sumber penghasilan masyarakat. Namun, aktivitas peternakan tersebut juga menghasilkan limbah ternak yang perlu dikelola dengan baik.
Salah satu permasalahan yang dihadapi peternak dan warga disekitar adalah keterbatasan lahan untuk menampung dan mengelola limbah ternak secara tepat, serta pengetahuan dan keterbatasan fasilitas menjadi faktor utama dalam penanganan pengelolaan limbah ternak.
Kondisi tersbut menyebabkan sebagian peternak membuang limbah secara langsung ke saluran got atau drainase warga. Pembuangan limbah tanpa melalui proses pengolahan dapat menimbulkan permasalahan lingkungan, seperti pencemaran air, munculnya bau tidak sedap, serta menurunnya kenyamanan masyaarakat di sekitar lingkungan peternakan, maupun yang menjadi sasaran dari limbah ternak.
Keterbatasan lahan tersebut menunjukkan perlunya alternatif pengelolaan limbah yang tidak bergantung pada ketersediaan lahan yang luas. Oleh karena itu, diperlukan edukasi dan pendampingan kepada peternak mengenai pengelolaan serta pemanfaatan limbah ternak yang lebih tepat dan ramah lingkungan. Melalui pengelolaan yang sesuai, limbah ternak berpotensi dimanfaatkan menjadi produk yang lebih berguna, seperti pupuk organik atau biogas.
Kegiatan workshop ini menghadirkan pemateri yang sangat berpengalaman di bidangnya, Beliau Bapak Catur Puryanto, S.ST., M.Si., yang saat ini menjabat sebagai Widyaiswara Ahli Muda sekaligus Ketua Divisi Pengelolaan Limbah BBPP Batu.


Dalam penyampaian materi, beliau memberika pemahaman kepada masyarakat mengenai pengelolaan limbah ternak, potensi pemanfaatannya, serta pentingnya menjaga lingkungan dari dampak yang dapat ditimbulkan akibat pengelolaan limbah yang kurang tepat.
Materi workshop membahas pengolahan limbah ternak menjadi pupuk organik (PO) dan pemanfaatannya sebagai biogas. Pupuk organik merupakan pupuk yang berasal dari sisa-sisa makhluk hidup, seperti kotoran hewan, sisa tanaman, atau kompos yang diurai secara alami.
Kegunaan dan manfaat pupuk organik dapat menyuburkan tanah, menyimpan air, sumber makanan tanaman, dan rumah mikroorganisme serta ramah lingkungan karena bebas dari bahan kimia sintetis.
Sementara biogas merupakan gas alami yang dihasilkan dari penguraian bahan-bahan organik oleh bakteri tanpa oksigen yang dapat dimanfaatkan sebagai pupuk organik, mengurangi polusi serta dapat menghemat biaya karena dapat mengurangi pengeluaran untuk membeli bahan bakar fosil atau listrik konvensional.
Melalui workshop ini masyarakat diberikan wawasan bahwa limbah ternak tidak hanya menjadi permasalahan lingkungan, tetapi juga dapat dimanfaatkan menjadi sesuatu yang memiliki nilai guna. Pengolahan menjadi pupuk organik dapat mendukung kebutuhan pertanian, sedangkan pemanfaatan limbah biogas dapat menjadi alternatif sumber energi bagi masyarakat.
Di Tengah suasana malam yang tenang dan penuh kehangatan, pemateri tidak hanya membahas aspek teknis, namun juga mengajak masyarakat untuk mengetahui dari perspektif hukum dalam pengelolaan lingkungan.
Masyarakat diajak memahami bahwa pengelolaan limbah merupakan bagian dari tanggung jawab bersama dalam menjaga kebersihan, kesehatan, dan kelestarian lingkungan serta penayangan video tata cara membuat pupuk organik bersama mahasiswa KKN Kelompok 111 Swakarya.
Melalui pemahaman tersebut, diharapkan masyarakat dapat lebih sadar untuk mengelola limbah ternak secara tepat dan bertanggung jawab sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Kegiatan workshop berlangsung secara interaktif dengan penyampaian materi dan diskusi bersama masyarakat. Antusiasme peserta menunjukkan adanya ketertarikan masyarakat untuk mengetahui cara pengelolaan serta pemanfaatan limbah ternak yang lebih efektif.
Melalui kegatan ini, diharapkan pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga limbah ternak dapat dikelola secara lebih optimal, sekaligus mendukung terciptanya lingkungan Dusun Tambuh yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Program kerja ini yang didampingi oleh Dr. Diah Risqiwati, ST., MT selaku dosen pembimbing lapangan serta anggota kelompok 111 KKN Mas ikut terlibat dalam mendukung pelaksanaan kegiatan. Teman-teman KKN yang turut terlibat dalam kegiatan tersebut yaitu, Hasby Ilman Hafid, Suryo Luqman Hakim, Sulfikar, Nurul Fadilah, Maulidya Khusna, Arofah Nur Assa’diah Dzahir, Sitti Nurqalbiyah Moebbrey, Elga Nuriya Lovendia, Annisa Aora Salsabila, Jacinda Berliana Roby, Mutiara Ma’rifatun A, Oktaviana Indah Ramadhani, Alya Nur Aini dan Thalita Alandia Inashafa.
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian KKN Muhammadiyah ‘Aisyiyah (KKN MAs), yang merupakan program kolaboratif antarperguruan tinggi Muhammadiyah ‘Aisyiyah (PTMA) dari berbagai daerah di Indonesia. Pada tahun 2026, KKN MAs diselenggarakan di Kawasan Malang Raya dengan Universitas Muhammadiyah Malang sebagai perguruan tinggi tuan rumah (host) serta melibatkan sebanyak 59 perguruan tinggi PTMA.
Dalam pelaksanaannya, mahasiswa KKN MAs tidak hanya dituntut untuk melaksanakan kegiatan pengabdian kepada masyarakat, tetapi berperan sebagai agen perubahan dengan menerapkan ilmu yang dimiliki sesuai bidang keahlian, memberdayakan masayarakat, meghadirkan inovasi, serta membangun kerja sama dengan warga.
Hal tersebut sejalan dengan pedoman KKN MAs yang menekankan pentingnya pelaksanaan program berbasis inovasi dan pemberdayaan masyarakat agar dapat memberikan manfaat serta dampak yang berkelanjutan.
Kelompok 111 Swakarya merupakan kelompok yang terdiri atas mahasiswa dari berbagai pergurusn tinggi Muhammadiyah dan Aisyiyah. Keberagaman latar belakang perguruan tinggi tersebut menjadi salah satu kekuatan dalam melaksanakan berbagai program pengabdian di Tengah masyarakat. Dengan latar belakang dan keahlian yang beragam, para mahasiswa dapat saling melengkapi dalam merancang serta melaksanakan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Salah satu kegiatan yang dilakukan adalah pengolahan limbah ternak sebagai Upaya mewujudkan lingkungan yang lebih bersih dan sehat. Dalam kegiatan tersebut, seluruh anggota kelompok turut berpartisipasi aktif dan bekerja sama dengan masyarakat dalam mengedukasi serta mendorong pemanfaatan limbah ternak secara lebih tepat.
Selain kegiatan workshop pengolahan limbah ternak, kelompok 111 Swakarya juga melaksanakan program unggulan lainnya yang sesuai dengan kebutuhan dan potensi masyarakat. Beragam program tersebut menjadi wujud komitmen mahasiswa untuk tidak sekadar hadir selama pelaksanaan KKN, tetapi juga memberikan pengetahuan, keterampilan, serta manfaat yang dapat diterapkan dan dikembangkan secara berkelanjutan oleh masyarakat.
Nilai-nilai ini sejalan dengan misi KKN Mas dalam memberdayakan masyarakat melalui edukasi lingkungan, kesehatan, serta pelatihan praktis yang mendukung kemandirian warga. Lewat kegiatan pengolahan limbah ternak, masyarakat mendapatkan pemahaman baru tentang pentingnya menjaga lingkungan dari bahaya limbah.
Di sisi lain, mahasiswa belajar bahwa pengabdian tak harus selalu bermula dari program yang megah, melainkan dari isu sederhana di sekitar kita. Program ini bukan hanya mendorong pemanfaatan limbah yang bijak dan kepedulian lingkungan, tetapi juga mempererat kebersamaan antara mahasiswa dan warga. Sebab pada akhirnya, dampak besar kerap berawal dari langkah kecil yang dikerjakan bersama.
Melalui program ini, Kelompok 111 Swakarya ingin mendorong kesadaran masyarakat akan pentingnya penanganan limbah sekaligus melihat potensi dari sisa kegiatan yang selama ini terabaikan.
Limbah ternak yang dulunya sering terbuang sia-sia kini diubah menjadi produk yang jauh lebih bermanfaat. Nilai-nilai inilah yang terus dibawa oleh mahasiswa KKN Mas: tumbuh bersama masyarakat dan merajut perubahan nyata secara bergotong royong.


Workshop pengolahan limbah ternak di Balai Dusun Tambuh ini pada akhirnya bukan sekadar sesi pelatihan biasa, tetapi cerita tentang bagaimana kepedulian dan kreativitas dapat mengubah hal sederhana menjadi bernilai tinggi. Semoga kolaborasi bersama masyarakat tambuh ini menjadi titik awal lahirnya budaya baru dalam mengolah limbah serta memicu ide-ide kreatif lainnya di tengah masyarakat.
Terakhir, Kelompok 111 Swakarya mengucapkan terima kasih kepada Panitia Pusat dan Lokal KKN Mas, Konsorsium LPPM PTMA, serta Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah yang telah mendukung penuh pelaksanaan KKN Mas 2026.
Ucapan terima kasih dan rasa hormat kami haturkan kepada Universitas Muhammadiyah Malang yang bertindak sebagai host, serta masyarakat Dusun Tambuh yang telah menerima kehadiran mahasiswa dengan tangan terbuka dan kehangatan luar biasa. Memenuhi pedoman publikasi KKN Mas, Kelompok 111 Swakarya juga menyampaikan apresiasi mendalam kepada seluruh anggota tim dan semua pihak yang telah menyokong kelancaran program ini. Dukungan, keramahan, dan kerja sama yang diberikan warga serta panitia menjadi dorongan moral yang sangat berharga bagi mahasiswa selama mengabdi di lapangan.











