Cara Melihat Daftar Kampus yang Menerima Mahasiswa Disabilitas
Samudrapikiran.com – Komitmen pemerintah dalam memperluas akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas terus menunjukkan perkembangan positif. Berdasarkan data Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti) per Juni 2025, sebanyak 282 perguruan tinggi di Indonesia telah membuka kesempatan bagi mahasiswa penyandang disabilitas untuk menempuh pendidikan di kampus.
Keberadaan ratusan perguruan tinggi tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan sistem pendidikan tinggi yang lebih inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat tanpa memandang kondisi fisik maupun sensorik.
Informasi mengenai kampus-kampus yang menerima mahasiswa disabilitas kini dapat diakses secara terbuka oleh masyarakat melalui portal khusus yang disediakan oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek).
Portal Khusus untuk Informasi Kampus Inklusif
Direktur Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemdiktisaintek, Benny Bandanadjaja, menjelaskan bahwa pihaknya telah mengembangkan portal Layanan Mahasiswa Disabilitas sebagai pusat informasi pendidikan tinggi inklusif di Indonesia.
Portal tersebut dapat diakses melalui laman ptinklusif.kemdiktisaintek.go.id dan berfungsi sebagai sumber informasi bagi calon mahasiswa, orang tua, maupun masyarakat yang ingin mengetahui layanan pendidikan bagi penyandang disabilitas di perguruan tinggi.
Menurut Benny, platform tersebut tidak hanya menampilkan daftar kampus yang menerima mahasiswa disabilitas, tetapi juga menyediakan berbagai informasi pendukung terkait penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif.
“Ini portal yang dikembangkan oleh Belmawa untuk menyediakan informasi tentang penyelenggaraan pendidikan tinggi yang inklusif dan juga buat informasi-informasi bagi masyarakat,” ujar Benny dalam acara Ngopi Bareng Kemdiktisaintek di Senayan, Jakarta, Kamis (18/6/2026).
Informasi yang Tersedia di Portal Layanan Mahasiswa Disabilitas
Portal Layanan Mahasiswa Disabilitas menghadirkan beragam informasi yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Selain daftar perguruan tinggi yang menerima mahasiswa disabilitas, tersedia pula statistik resmi yang terintegrasi dengan PDDikti.
Pengunjung portal juga dapat menemukan berbagai regulasi, panduan penyelenggaraan pendidikan inklusif, hingga modul yang dapat digunakan oleh Unit Layanan Disabilitas (ULD) di perguruan tinggi.
Keberadaan data tersebut diharapkan dapat membantu calon mahasiswa disabilitas dalam menentukan pilihan kampus yang sesuai dengan kebutuhan mereka.
Cara Melihat Daftar Kampus yang Menerima Mahasiswa Disabilitas
Masyarakat yang ingin mengetahui kampus mana saja yang telah menerima mahasiswa disabilitas dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui portal resmi Kemdiktisaintek.
Berikut langkah-langkahnya:
- Kunjungi portal Layanan Mahasiswa Disabilitas di alamat ptinklusif.kemdiktisaintek.go.id.
- Gulir halaman ke bagian informasi layanan.
- Pilih menu “Perguruan Tinggi Memiliki Mahasiswa Disabilitas”.
- Sistem akan menampilkan daftar perguruan tinggi beserta data ragam disabilitas mahasiswa yang tercatat.
- Cari nama kampus yang ingin diketahui informasinya.
Melalui fitur tersebut, pengguna dapat memperoleh gambaran mengenai kondisi layanan inklusif yang telah tersedia di masing-masing perguruan tinggi.
Data Mahasiswa Disabilitas di Perguruan Tinggi Indonesia
Kemdiktisaintek mencatat jumlah mahasiswa penyandang disabilitas yang saat ini menempuh pendidikan tinggi di Indonesia mencapai 3.128 orang.
Dari berbagai kategori disabilitas yang tercatat, mahasiswa dengan disabilitas netra menjadi kelompok dengan jumlah terbanyak. Total terdapat 1.727 mahasiswa disabilitas netra yang sedang menjalani perkuliahan di berbagai perguruan tinggi Indonesia.
Data ini menunjukkan bahwa akses pendidikan tinggi bagi penyandang disabilitas terus berkembang dan semakin banyak dimanfaatkan oleh masyarakat.
Dorongan Mewujudkan Kampus yang Ramah dan Inklusif
Kemdiktisaintek menegaskan bahwa kebijakan pendidikan inklusif bertujuan memberikan kesempatan belajar yang setara kepada seluruh warga negara, termasuk penyandang disabilitas.
Selain memperluas akses masuk ke perguruan tinggi, pemerintah juga terus mendorong peningkatan pemahaman sivitas akademika mengenai berbagai ragam disabilitas yang dimiliki mahasiswa.
Langkah tersebut dinilai penting untuk menciptakan lingkungan kampus yang nyaman, aman, dan mendukung proses belajar bagi seluruh mahasiswa.
Benny mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama membangun budaya kampus yang lebih terbuka dan inklusif sehingga mahasiswa disabilitas dapat berkembang serta memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.
“Tentunya kita mengajak seluruh pihak untuk sama-sama kita bersinergi, mewujudkan kampus yang ramah, inklusif, dan berdampak bagi seluruh masyarakat,” tuturnya.
Dengan tersedianya portal informasi dan semakin banyaknya perguruan tinggi yang menerima mahasiswa disabilitas, peluang untuk memperoleh pendidikan tinggi kini semakin terbuka luas bagi seluruh lapisan masyarakat Indonesia.
Sumber : DetikEdu
Baca Juga :












