6 Aura Orang yang Akan Meninggal Menurut Islam, Benarkah Ada Tanda-Tanda Menjelang Ajal?


Samudrapikiran.com – Kematian merupakan salah satu perkara yang pasti dialami setiap manusia. Dalam perspektif Islam, kematian bukanlah akhir dari perjalanan manusia, melainkan perpindahan menuju kehidupan akhirat yang bersifat kekal.
Pembahasan mengenai tanda-tanda seseorang yang mendekati ajal pun kerap menarik perhatian. Di tengah masyarakat, beredar sejumlah keyakinan mengenai perubahan fisik maupun perasaan tertentu yang dipercaya muncul beberapa hari atau bahkan beberapa bulan sebelum seseorang meninggal dunia.
Namun, penting untuk memahami persoalan ini secara proporsional. Waktu dan tempat kematian merupakan perkara gaib yang hanya diketahui Allah SWT. Tidak ada manusia yang dapat memastikan kapan ajal seseorang tiba hanya berdasarkan perubahan fisik atau sensasi tertentu.
Hal tersebut ditegaskan Allah SWT dalam Surat Luqman ayat 34:
إِنَّ اللَّهَ عِندَهُ عِلْمُ السَّاعَةِ وَيُنَزِّلُ الْغَيْثَ وَيَعْلَمُ مَا فِي الْأَرْحَامِ ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ مَّاذَا تَكْسِبُ غَدًا ۖ وَمَا تَدْرِي نَفْسٌ بِأَيِّ أَرْضٍ تَمُوتُ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Artinya:
“Sesungguhnya hanya di sisi Allah ilmu tentang hari Kiamat; dan Dia yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui dengan pasti apa yang akan dikerjakannya besok. Dan tidak ada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. Sungguh, Allah Maha Mengetahui, Maha Mengenal.”
Ayat tersebut menjadi pengingat bahwa manusia memiliki keterbatasan dalam mengetahui perkara yang belum terjadi, termasuk kapan dan di mana ajal akan menjemput.
Enam Tanda yang Dipercaya Muncul Menjelang Kematian
Sejumlah sumber keagamaan populer dan kepercayaan yang berkembang di masyarakat menyebut adanya beberapa tanda yang dipercaya berkaitan dengan semakin dekatnya kematian. Tanda-tanda tersebut antara lain dikaitkan dengan rentang waktu 100 hari, 40 hari, tujuh hari, tiga hari, satu hari, hingga detik-detik menjelang ajal.
Meski demikian, tanda-tanda berikut tidak dapat dijadikan patokan pasti untuk menentukan kematian seseorang. Perubahan tubuh seperti menggigil, perubahan nafsu makan, atau perubahan kondisi fisik juga dapat disebabkan berbagai faktor kesehatan.
Berikut uraian mengenai tanda-tanda yang kerap disebut tersebut.
1. Sekitar 100 Hari Sebelum Kematian: Tubuh Menggigil Setelah Asar
Tanda pertama dalam keyakinan yang beredar disebut dapat muncul sekitar 100 hari sebelum seseorang meninggal dunia. Kondisi tersebut biasanya dikaitkan dengan waktu setelah Asar.
Seseorang dipercaya dapat merasakan hawa dingin yang menjalar ke seluruh tubuh. Sensasi itu terkadang digambarkan disertai getaran atau tubuh yang menggigil mulai dari bagian atas hingga ujung kaki.
Waktu Asar sendiri dianggap memiliki makna khusus dalam pandangan tersebut karena berada di penghujung aktivitas harian dan kerap dikaitkan dengan pencatatan amal.
Ada pula keyakinan bahwa tidak semua orang mampu menyadari tanda tersebut. Sebagian orang disebut lebih peka terhadap perubahan yang dirasakan dalam dirinya, sementara mereka yang terlalu larut dalam kehidupan dunia mungkin tidak menyadarinya.
Namun, dari sisi kehati-hatian dalam memahami ajaran Islam, pengalaman menggigil atau merasakan tubuh dingin tidak boleh langsung disimpulkan sebagai pertanda seseorang akan meninggal. Kondisi tersebut dapat memiliki banyak penyebab lain.
2. Sekitar 40 Hari Sebelum Kematian: Denyutan di Sekitar Pusar
Tanda berikutnya dipercaya muncul sekitar 40 hari sebelum ajal. Sensasi yang disebutkan berupa denyutan atau detakan halus di sekitar pusar, terutama setelah waktu Asar.
Dalam narasi spiritual yang berkembang, tanda tersebut dikaitkan dengan sebuah gambaran bahwa daun bertuliskan nama seseorang telah gugur dari sebuah pohon yang berada di atas Arsy Allah SWT.
Daun tersebut kemudian dipercaya diambil oleh malaikat maut. Dalam keyakinan tersebut, malaikat maut mulai mengikuti orang yang namanya telah ditetapkan untuk meninggal.
Apabila seseorang mengalami sensasi tertentu yang kemudian dikaitkan dengan keberadaan malaikat maut, ia disebut dapat merasakan kebingungan atau kegelisahan yang berbeda dari biasanya.
Sekali lagi, gambaran tersebut merupakan keyakinan yang berkembang dan tidak dapat digunakan manusia untuk memastikan kapan seseorang akan meninggal. Pengetahuan mengenai ajal tetap menjadi rahasia Allah SWT.
3. Sekitar 7 Hari Sebelum Kematian: Nafsu Makan Meningkat
Pada fase sekitar satu minggu sebelum kematian, tanda yang sering disebut dalam kepercayaan tersebut berkaitan dengan perubahan nafsu makan, khususnya pada orang yang sedang mengalami sakit berat.
Seseorang yang sebelumnya kehilangan selera makan akibat penyakit dapat tiba-tiba kembali bersemangat menyantap makanan. Bahkan, makanan yang sebelumnya sulit dikonsumsi bisa kembali dinikmati dengan lahap.
Pola makan pun disebut dapat mengalami perubahan. Kondisi ini terkadang tidak langsung disadari oleh keluarga atau orang-orang di sekitarnya.
Dalam gambaran tersebut, orang yang bersangkutan juga disebut dapat mengalami ketidaknyamanan pada bagian dada atau perut atas.
Meski demikian, perubahan nafsu makan pada pasien dengan kondisi tertentu bukanlah bukti pasti bahwa ajal sudah dekat. Kondisi kesehatan setiap orang berbeda sehingga perubahan tersebut sebaiknya dilihat berdasarkan keadaan medis dan bukan semata-mata dikaitkan dengan kematian.
4. Sekitar 3 Hari Sebelum Kematian: Perubahan pada Wajah
Ketika waktu yang dipercaya semakin mendekati ajal, perubahan fisik disebut semakin mudah diamati. Salah satunya dikaitkan dengan bagian tengah dahi yang dipercaya mengalami denyutan secara terus-menerus.
Selain itu, terdapat sejumlah perubahan pada bagian wajah dan anggota tubuh yang dipercaya dapat terlihat, antara lain:
- Mata: Sorot mata disebut perlahan kehilangan kilau atau cahaya alaminya.
- Hidung: Pada orang yang sedang sakit, bentuk hidung dipercaya dapat tampak sedikit menurun, terutama ketika dilihat dari samping.
- Telinga: Bagian ujung daun telinga disebut terlihat lebih layu dan cenderung menekuk ke arah dalam.
- Kaki: Telapak kaki yang terlunjur dipercaya dapat mengarah ke depan dan terasa lebih kaku ketika hendak dikembalikan ke posisi semula.
Perubahan fisik semacam ini harus dipahami dengan hati-hati. Orang yang sedang sakit berat memang dapat mengalami perubahan kondisi tubuh secara signifikan, tetapi hal tersebut tidak otomatis berarti ajal akan datang dalam hitungan hari.
5. Sehari Sebelum Kematian: Denyutan di Bagian Kepala
Tanda berikutnya dipercaya terjadi sekitar satu hari sebelum kematian. Sensasi tersebut disebut muncul setelah waktu Asar dan terasa di bagian belakang kepala atau sekitar ubun-ubun.
Dalam kepercayaan yang beredar, denyutan tersebut dianggap sebagai salah satu isyarat bahwa waktu hidup seseorang semakin terbatas. Bahkan, muncul keyakinan bahwa orang tersebut mungkin tidak lagi sempat menemui waktu Asar pada hari berikutnya.
Namun, manusia tidak memiliki kemampuan untuk memastikan ajal berdasarkan sensasi semacam itu. Sakit kepala, denyutan pada kepala, maupun sensasi fisik lainnya dapat muncul karena berbagai faktor dan memerlukan penilaian yang sesuai dengan kondisi orang tersebut.
6. Menjelang Ajal: Sensasi Dingin dari Pusar
Tanda terakhir dalam rangkaian kepercayaan tersebut dikaitkan dengan detik-detik menjelang seseorang mengembuskan napas terakhir.
Seseorang dipercaya dapat merasakan hawa dingin yang bermula dari sekitar pusar. Sensasi tersebut kemudian digambarkan bergerak menuju bagian pinggang dan kembali menjalar ke atas hingga mencapai pangkal leher atau jakun.
Dalam kondisi seperti ini, seorang Muslim dianjurkan tetap tenang dan mengarahkan hati kepada Allah SWT. Waktu yang tersisa dapat digunakan untuk memperbanyak zikir, membaca istigfar, melafalkan kalimat tauhid, serta mengingat Allah dengan penuh ketundukan.
Dengan demikian, menghadapi kematian tidak semestinya hanya dipenuhi rasa takut. Kesadaran mengenai keterbatasan usia justru dapat menjadi dorongan untuk memperbaiki hubungan dengan Allah SWT dan sesama manusia.









