Sekolah

7 Fakultas dan Sekolah Paling Diminati di ITB Jalur SNBT, Persaingan Kian Ketat

Samudrapikiran.com – Minat calon mahasiswa untuk melanjutkan studi di Institut Teknologi Bandung (ITB) kembali menunjukkan tren tinggi pada Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) 2025. Perguruan tinggi teknik yang dikenal dengan reputasi akademik kuat ini menjadi tujuan ribuan peserta dari seluruh Indonesia.

Berdasarkan data resmi Seleksi Nasional Penerimaan Mahasiswa Baru (SNPMB), jumlah pendaftar ITB pada jalur SNBT 2025 mencapai puluhan ribu orang. Mereka tersebar di 21 fakultas dan sekolah yang beroperasi di tiga kampus utama di Jawa Barat, yakni Ganesa Bandung, Jatinangor, dan Cirebon.

Tingginya angka peminat tersebut berdampak langsung pada tingkat persaingan yang semakin ketat, terutama di sejumlah fakultas dan sekolah favorit.

FTTM dan STEI Masih Jadi Primadona

Dari keseluruhan pilihan yang tersedia, Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM) tercatat sebagai yang paling banyak diminati. Pada SNBT 2025, jumlah pendaftarnya mencapai 4.975 orang, sementara daya tampung untuk SNBT 2026 hanya 105 kursi. Rasio keketatan ini menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil peserta yang berpeluang diterima.

Di posisi berikutnya, Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K) menarik 3.526 pendaftar dengan daya tampung 67 kursi. Bidang komputasi dan informatika yang terus berkembang dinilai menjadi faktor utama meningkatnya animo di sekolah ini.

Daftar 7 Fakultas dan Sekolah Terfavorit ITB di SNBT

Berikut tujuh fakultas dan sekolah dengan jumlah peminat tertinggi berdasarkan data SNBT 2025:

  1. Fakultas Teknik Pertambangan dan Perminyakan (FTTM)
    Peminat: 4.975 orang
    Daya tampung SNBT 2026: 105 kursi

  2. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Komputasi (STEI-K)
    Peminat: 3.526 orang
    Daya tampung SNBT 2026: 67 kursi

  3. Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian (FITB)
    Peminat: 2.703 orang
    Daya tampung SNBT 2026: 100 kursi

  4. Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara (FTMD)
    Peminat: 2.586 orang
    Daya tampung SNBT 2026: 100 kursi

  5. Sekolah Bisnis dan Manajemen (SBM)
    Peminat: 2.483 orang
    Daya tampung SNBT 2026: 55 kursi

  6. Fakultas Seni Rupa dan Desain (FSRD)
    Peminat: 1.840 orang
    Daya tampung SNBT 2026: 110 kursi

  7. Sekolah Teknik Elektro dan Informatika – Rekayasa (STEI-R)
    Peminat: 1.802 orang
    Daya tampung SNBT 2026: 75 kursi

Jika dicermati, fakultas berbasis teknik dan teknologi masih mendominasi daftar teratas. Namun, Sekolah Bisnis dan Manajemen serta Fakultas Seni Rupa dan Desain juga menunjukkan daya tarik yang konsisten.

Sistem Seleksi ITB: Tidak Langsung Pilih Jurusan

Salah satu keunikan ITB dibanding banyak perguruan tinggi lain adalah mekanisme pemilihan program studi. Pada jalur SNBT, peserta tidak langsung memilih jurusan spesifik. Mereka mendaftar ke fakultas atau sekolah terlebih dahulu.

Mahasiswa yang dinyatakan lolos akan menjalani Tahap Persiapan Bersama (TPB) selama satu tahun pertama. Pada fase ini, seluruh mahasiswa mendapatkan fondasi akademik yang relatif seragam, meliputi matematika, fisika, kimia, hingga pengantar rekayasa.

Skema tersebut dirancang agar mahasiswa memiliki pemahaman dasar yang kuat sebelum masuk ke bidang studi yang lebih spesifik. Setelah menyelesaikan TPB, barulah mahasiswa menentukan program studi di bawah fakultas atau sekolah terkait.

Menariknya, proses penjurusan dilakukan berdasarkan capaian akademik selama TPB, bukan semata-mata pilihan awal saat pendaftaran. Dengan model ini, mahasiswa memiliki kesempatan untuk mengevaluasi minat dan kemampuannya sebelum benar-benar menetapkan arah keilmuan.

Peluang dan Tantangan Calon Mahasiswa

Dengan rasio peminat dan daya tampung yang cukup timpang di sejumlah fakultas favorit, calon peserta SNBT perlu menyusun strategi yang matang. Analisis keketatan, pemahaman sistem TPB, serta kesiapan akademik menjadi faktor penting dalam meningkatkan peluang diterima.

Di sisi lain, model seleksi berbasis fakultas memberi ruang eksplorasi yang lebih luas. Mahasiswa tidak langsung terikat pada satu jurusan sejak awal, melainkan mendapatkan waktu untuk mengenali bidang yang paling sesuai dengan potensi mereka.

Tingginya minat terhadap ITB pada SNBT 2025 sekaligus mencerminkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan tinggi di bidang sains, teknologi, seni, dan manajemen. Dengan sistem seleksi yang khas dan kompetisi yang ketat, ITB tetap menjadi magnet utama bagi calon mahasiswa berprestasi dari berbagai daerah di Indonesia.

Sebelumnya

99 Ide Tema Kultum Ramadan yang Inspiratif dan Menyentuh Hati

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Samudrapikiran.com